Tito A
Tito A
Sep 9, 2018 · 1 min read

Terbiasa

Ia bergegas menuju kamar mandi. Tangan kirinya memegang test pack dan tangan kanannya menggenggam Kinder Joy sehingga ia terpaksa membuka pintu kamar mandi dengan cara menyundul. Kemudian, diturunkannya G-string merah kendornya dan ia mulai berkemih. Sejenak kamar mandi hening. Hasil test pack keluar. Matanya terbelalak heran setelah membaca hasil.

“Maaf, sisa pulsa anda tidak mencukupi untuk memenuhi pang…”

Kemudian digoyang-goyangkannya alat konfirmasi kehamilan itu secara panik sehingga hasilnya kembali berubah, “Nomor yang anda tujui sedang ti…”

Setiap kali digoyang-goyangkan secara panik, tulisan yang keluar semakin kacau.

“Buat anak kok coba-co…”

“Apa ada yang lebih bagus dari Hit?”

“Tapi rela mau bagi-ba…”

“Yang ada gambar badaknya.”

“Menendang-nen…”

“Katakan tidak pada kor…”

Selidik punya selidik, ternyata yang dikencingi bukannya test pack, tapi gawainya yang ia bawa dari tadi dengan tangan kirinya. Tampak gawai tersebut berlatar belakang wajah pacar haramnya sekaligus calon suaminya yang sudah tidak asing, seperti halnya MBA yang sudah tidak asing di kaula muda-mudi. Satu-satunya hal asing saat itu hanyalah Kinder Joy di tangan kanannya yang dibawa ke kamar mandi.

Tito A

Written by

Tito A

Penikmat oksigen 21% sejati