Pengenalan Dasar Bahasa Pemrograman Python

Ahmad Aldien
Nov 1 · 7 min read

Python? saat mendengarnya saja pasti kita akan langsung terpikirkan oleh salah satu hewan buas yang ada di dunia ini. Namun Python yang penulis maksud disini adalah bukan “Hewan” Python ya teman-teman.

Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna. Tidak seperti bahasa lain yang susah untuk dibaca dan dipahami, python lebih menekankan pada keterbacaan kode agar lebih mudah untuk memahami sintaks. Hal ini membuat Python sangat mudah dipelajari baik untuk pemula maupun untuk yang sudah menguasai bahasa pemrograman lain.

Bahasa pemrograman ini dibuat oleh Guido van Rossum dan dikenalkan sejak tahun 1991 hingga sampai saat ini bahasa pemrograman Python hampir dipakai di segala bidang seperti: Game, Sistem berbasis Web, dan masih banyak lagi. Jadi secara umum, bahasa pemrograman ini dipakai dalam pengembangan website, pengembangan software, matematika, dan system scripting.

Dengan kode yang simpel dan mudah diimplementasikan, seorang programmer dapat lebih mengutamakan pengembangan aplikasi yang dibuat, bukan malah sibuk mencari syntax error.

Contoh script Python sederhana adalah sebagai berikut:

print(“Python sangat simpel”)

Hanya dengan menuliskan kode print seperti yang diatas, anda sudah bisa mencetak apapun yang anda inginkan di dalam tanda kurung (). Dibagian akhir kode pun, anda tidak harus mengakhirnya dengan tanda semicolon ; yang biasanya digunakan oleh beberapa bahasa pemrograman yang lain.

Hal Apa yang Dapat Dilakukan Dengan Python

Sebelum kita belajar Phyton lebih jauh, Ada baiknya kita mengetahui apa saja yang bisa dilakukan dengan bahasa pemrograman satu ini.

Berikut ini beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam menggunakan bahasa pemrograman Python:

  1. Bahasa pemrograman Python dapat menjadi salah satu bahasa pemrograman untuk membangun server ketika Anda membuat website.
  2. Ketika Anda membutuhkan proses pembuatan prototipe atau pengembangan perangkat lunak siap produksi, Python menjadi salah satu bahasa yang dapat Anda andalkan.
  3. Python dapat digunakan untuk membuat workflow di dalam pengembangan perangkat lunak.
  4. Python dimanfaatkan untuk membaca dan memodifikasi sebuah file di dalam pembangunan sistem database.
  5. Python memungkinkan Anda untuk menangani BIG DATA dan menjalankan pemrosesan matematik yang kompleks.

Kelebihan Bahasa Pemrograman Python

  1. Library yang luas dan banyak

Python memiliki library luas dengan beragam modul yang siap untuk Anda gunakan. Di dalamnya terdapat beragam kode untuk beragam keperluan seperti regular expressions, documentation-generation, unit-testing, databases, CGI, email, dan masih banyak lagi. Dengan kelebihan ini, maka Anda tidak perlu lagi menulis kode lengkap secara manual.

2. Meningkatkan produktivitas developer

Bahasa yang sederhana serta library yang luas dapat membuat developer menjadi lebih produktif. Selain itu, dengan Python Anda juga hanya perlu menulis kode lebih sedikit sehingga Anda mempunyai lebih banyak waktu untuk bisa mengerjakan yang lain.

3. Mendukung IoT

Python mendukung Internet of Things (IoT) dengan sangat baik. IoT merupakan teknologi yang dapat menghubungkan benda-benda di sekitar Anda ke dalam sebuah jaringan yang menghubungkan satu dengan yang lain.

4. Embeddable

Pyhton juga dapat ditanam atau disematkan. Anda dapat meletakkan kode Python Anda ke dalam sumber bahasa lain seperti C++. Kemampuan ini memungkinkan Anda untuk menambahkan kemampuan scripting ke dalam bahasa lain.

Kekurangan Bahasa Pemrograman Python

1. Eksekusi yang lambat

Python merupakan bahasa interpreter yang bekerja dengan menggunakan kompiler. Ketika dijalankan, Pyhton akan bekerja lebih lambat jika dibandingkan dengan bahasa lain. Namun hal ini juga tergantung dari besar atau kecilnya program yang akan dibuat.

2. Lemah dalam komputasi mobile

Bahasa ini lebih cocok digunakan untuk platform desktop dan server tetapi lemah untuk komputasi mobile. Penggunaan Pyhthon kurang cocok untuk pengembangan ponsel dan pengembangan game.

3. Kesalahan Run Time

Python diketik secara dinamis sehingga Anda tidak perlu mendeklarasikan tipe variabel saat menulis kode. Meskipun ini memudahkan developer selama pengkodean, namun dapat meningkatan terjadinya kesalahan pada saat run-time.

4. Kesulitan dalam bahasa lain

Para pengguna Python biasanya akan sangat terbiasa dengan beragam fitur dan library yang luas. Hal ini akan membuat mereka mengalami sedikit masalah ketika belajar atau bekerja dengan bahasa pemrograman yang lain.

Komponen- komponen dalam Program Python

Berikut ini adalah komponen komponen yang terdapat di dalam Python.

  • Sintaks

Python sintaks dapat dieksekusi langsung dengan mengetikkannya di Command Line. Selain itu, Anda dapat membuat file Python di dalam server menggunakan ekstensi .py dan menjalankannya menggunakan Command Line.

>>> print(“Hello, World!”)Hello, World!

Atau jika langsung menggunakan Terminal atau CMD:

$ python filePython.py

  • Komentar

Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, Python juga memiliki kode untuk menjadikan baris program menjadi komentar. Anda dapat menggunakan tanda pagar ‘#’ untuk menjadikan baris kode di Python menjadi komentar.

# Ini adalah baris komentar di Python.print(“Hello, World!”)

  • Python Identitations

Berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, jika Anda menulis dalam bahasa Python, indentasi –penempatan kalimat atau baris kode– sangat diperhatikan. Python menggunakan indentasi untuk mengindikasikan baris kode.

if 5> 2:

print(“Lima lebih besar daripada dua!”)

Namun ketika baris kode dituliskan menjadi satu kolom atau dalam tab yang sama, maka program akan menjadi error. Di bawah ini adalah contoh penulisan yang menghasilkan error.

if 5> 2:

print(“Lima lebih besar daripada dua!”)

  • Variabel

Python juga memiliki Variabel, tidak berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya. Variabel ini digunakan untuk proses penyimpanan dan bekerja dengan berbagai tipe data.

Python sendiri punya standar pendeklarasian variabel. Variabel di Python dapat berupa nama singkat (seperti x dan y tadi) atau nama yang lebih mendeskripsikan seperti umur, nama, alamat, dan lain sebagainya. Aturan penamaan variabel di Python seperti:

  • Variabel tidak bisa diawali dengan angka,
  • Variabel harus diawali dengan huruf, atau karakter garis bawah (underscore),
  • Variabel hanya bisa mengandung karakter alfa-numerik dan karakter garis bawah,
  • Variabel di Python case-sensitive

Namun berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, Python tidak memerlukan inisiasi variabel untuk mendeklarasikan variabel. Ini berarti sebuah variabel terbuat ketika pertama kali Anda menambahkan nilai ke dalamnya.

Contohnya ketika Anda ingin membuat variabel ‘x’ dan ‘y’, Anda tinggal memasukkan nilainya langsung seperti di bawah ini:

x = 10y = “Andi”
print(x)print(y)

Perintah di atas akan mengisi variabel ‘x’ dengan nilai ‘5’ dan ‘y’ dengan nilai ‘Andi’. Jadi proses penyusunan baris kode lebih ringkas.

Kemudahan lainnya, Anda tidak perlu mendefinisikan tipe variabel. Python secara otomatis akan memberikan tipe variabel sesuai dengan nilai yang diberikan pada variabel tersebut. Misalnya pada contoh di bawah ini:

x = 10 # x bertipe integery = “Andi” # y bertipe string

  • Booleans

Setelah mempelajari variabel bekerja, di bagian ini Anda akan belajar tentang Booleans. Jika Variabel dapat menyimpan bilangan dengan satu tipe data, booleans juga digunakan untuk menyimpan sebuah tipe data, tapi tipe data yang berbeda.

Tipe data di Booleans hanya ‘benar’ atau ‘salah’. Jadi ini mirip dengan saklar lampu, hanya memiliki dua nilai. Anda dapat menggunakan booleans seperti contoh di bawah ini:

a = True

b = False

  • Number

Ketika Anda belajar Python number, ada tiga tipe numerik variabel di Python, yaitu int, float, dan complex. Anda mungkin tidak akan pernah menuliskan tipe variabel di setiap pendeklarasiannya, karena (seperti yang sudah dijelaskan di atas) Python sudah menginisiasi tipe variabel ketika Anda menambahkan nilai ke dalamnya.

Int, float, dan complex mempunyai range yang berbeda. Int atau bilangan integer adalah bilangan bulat positif atau negatif, tanpa desimal, dengan panjang tak terbatas. Float atau ‘angka floating point’ adalah angka, positif atau negatif, yang mengandung satu atau lebih desimal. Sedangkan complex adalah bilangan kompleks yang ditulis dengan “j” sebagai bagian dari imajiner.

Sebagai contoh, di bawah ini adalah tiga tipe numerik variabel yang berbeda:

x = 1 # inty = 2.8 # floatz = 1j # complex

Jadi Python akan mengenali dan membedakan tipe setiap variabel pada saat Anda mengisinya dengan sebuah nilai. Sedangkan untuk mengetahui tipe setiap variabel Anda dapat menggunakan fungsi type():

print(type(x))print(type(y))print(type(z))

  • String

Ketika ingin belajar Python string, Anda hanya perlu menambahkan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda di antara nilai variabel yang ingin ditambahkan. Misalnya saja ketika Anda ingin menambahkan string “Andi” ke dalam variabel x maka yang perlu Anda lakukan adalah mendeklarasikannya seperti di bawah ini:

x = “Andi”# Ataux = ’Andi’
# “Andi” sama artinya dengan ‘Andi’.

Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, string dalam Python adalah array byte yang mewakili karakter unicode. Namun, Python tidak memiliki tipe data karakter sehingga satu karakter hanyalah string dengan panjang 1. Ketika Anda ingin mengakses satu karakter di dalam string, yang perlu Anda gunakan adalah menggunakan tanda kurung kotak.

  • Python if .. Else

Ketika Anda membutuhkan perbandingan antara kondisi satu dengan yang lain, Python dapat Anda gunakan untuk mendukung kondisi logis dari matematika. Aturan logika ini biasanya digunakan untuk memberikan syarat sebelum sebuah baris program diambil.

Sesuai dengan tabel perbandingan yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya, ada enam kondisi logis yang dapat digunakan di Python; sama dengan (a == b), tidak sama dengan (a != b), kurang dari (a < b), kurang dari atau sama dengan (a <= b), lebih besar dari (a > b), lebih besar atau sama dengan (a >= b).

Kondisi ini dapat digunakan dengan beberapa modifikasi, lebih sering digunakan untuk “pernyataan If” dan perulangan. Ketika digunakan untuk “pernyataan If”, contohnya seperti di bawah ini:

a = 8b = 10if a > a:

print(“b lebih besar dari a”)

Selain penggunaan “If”, Anda dapat menggunakan “Elif dan Else”. Elif berarti “jika kondisi sebelumnya tidak benar, maka coba kondisi ini. Sedangkan Else menyatakan “lakukan perintah berikut jika semua kondisi tidak sesuai”.

Di bawah ini adalah contoh penggunaan If, Elif, dan Else dalam satu logika.

a = 8b = 10if a > a:

print(“b lebih besar dari a”)

elif a == b:

print(“a sama dengan b”)

Else:

print( lebih besar dari b”)

Penulis : Ahmad Aldien

Tim :

Amin Nugroho

Anisa Rahmawati

Bondan Satrio

Hubbaka Ghoyati

Irfan Evandio

M.Fitrah A

Sumber :

    Ahmad Aldien

    Written by

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade