Hari ini adalah Kontribusiku untuk Negeri Masa Depan
Merajut Asa Membangun Bangsa
. . .
Bicara kontribusi tak lepas dari makna etimologi kata, yaitu sumbangsih yang diberikan seseorang untuk mencapai suatu hal. Namun bagiku kontribusi adalah sebuah tanggung jawab, bukti nyata, juga komitmen dalam mewujudkan mimpi. Ya, sebuah wujud gerakan pengaryaan yang berdampak dan meluas bagi sekitar. Dan semua perjalananku dalam memahami kontribusi ini dimulai semenjak aku menginjakkan kaki di dunia perkuliahan, sebuah momentumku untuk memperlebar langkah dan mencurahkan semangat dalam sebuah aspek kehidupan yang baru.
“Proses menjadi diri yang idealis dimulai dari kampus”
Perkenalkan Namaku Anggi Renaldy Pratama. Orangtuaku memberikan nama tersebut mungkin agar aku bisa ingat selalu tanggal lahir dan tempat lahirku. Anggi sebuah pengejawantahan dari Agustus Minggu Legi, sebuah pesan agar aku dan terutama orang tuaku gampang mengingat bulan dan hari pasaran Jawaku. Sedangkan Renaldy merupakan akronim dari Rembang Aku Dilahirkan, sebuah nama yang mungkin didambakan orang tua ku agar aku terbentuk menjadi pribadi yang tidak bisa melupakan sejarah. Ya, sejauh apapun aku berpelesir ke kota dan destinasi yang indah, Rembanglah kabupaten kelahiranku.
17 Tahun kemudian dari kelahiranku, aku resmi menjadi mahasiswa. Ya, menjadi seorang mahasiswa perantauan, bukan berarti menjadi mahasiswa yang bisa foya — foya. Justru dengan berkuliah jauh dari keluarga, semakin menambah semangatku untuk berkuliah. Untuk tidak menjadi mahasiswa yang membebani orang tua dalam membiayai anaknya. Untuk tidak sekedar menjadi mahasiswa pemburu nilai di kelas saja, namun juga pemburu nilai — nilai kehidupan yang tersemat di setiap pembelajaran yang ada di kampus. Untuk menjadi mahasiswa yang memiliki mimpi dan kegelisahan dalam membangun dan menyejahterakan kampung halamannya.
Ke(Maha)siswaan
Selama keberjalanan aku berusaha untuk meningkatkan kapasitas sebagai mahasiswa Teknik sipil, yang katanya garda terdepan pembangun bangsa. Aku pun mengikuti beberapa aragam kegiatan dan organisasi di Kampus mulai dari Resimen Mahasiswa, Persatuan Sepakbola, hingga menjadi Ketua Angkatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa ITB Gel.2. Dengan banyak menggeluti beberapa wahana kemahasiswaan yang ada, menjalankan amanah, mencoba berkontribusi untuk bangsa ini, sebenarnya aku hanya berusaha untuk tetap berada di luar zona nyamanku dan tetap bergerak. Aku ingin tetap geram, jengkel, sedih, gelisah, dan marah melihat keadaan negeriku saat ini. Dengan begitu, aku sebagai anak negeri ini akan tetap mencari jalan dan berjuang untuk membenahi dan memajukan tanah air entah kini maupun nanti. Aku hanya berharap menyiapkan diriku kelak. Karena aku yakin, suatu saat nanti indonesia benar benar bisa menjadi negara yang maju dan rakyatnya hidup dalam kesejahteraan.
“ Memang, kemahasiswaan adalah selembar kertas di buku bertajuk “kehidupan”. Namun, selembar kertas itu dapat memberikan warna dan arah untuk lembaran — lembaran kehidupan berikutnya. ”
Saat ini aku memegang amanah menjadi Ketua Umum HMS ITB, sebuah himpunan yang berisikan mahasiswa Teknik sipil S1 ITB. Bagiku menjadi Ketua Umum HMS ITB adalah membuatku sadar menjadi manusia yang bersiap memperbaiki keadaan, tetapi bersiap pula untuk melihat bahwa perbaikan ini tidak akan pernah sempurna dan ikhtiar itu tidak pernah selesai. Aku pun maju dengan mengusung Visi “Merangkai HMS ITB menjadi Kontributor nyata bangsa”. Sebuah harapan bahwa HMS ITB dapat menyediakan wadah untuk angggotanya dapat berkembang menjadi pelopor — pelopor perjuangan di bidangnya.
Menjadi Ketua Umum HMS ITB adalah sebuah langkah awal diriku untuk memiliki kegelisahan dan mimpi tentang Rembang sebenarnya. Semua ini kulakukan agar suatu saat aku bisa membangun Rembang lebih baik dari sekarang. Ya, aku ingin menjadi seorang Bupati Rembang dan menciptakan segala perkembangan yang dapat mesejahterakan rakyatnya. Karena aku putra daerah, dan sudah kewajibanku yang diberikan kesempatan mengenyam Pendidikan Tinggi untuk dapat kembali dan berkontribusi untuk Rembang secara nyata. Dengan background ilmu sipil dan kemampuan memimpin dari HMS, semoga kelak aku dapat menjadi sebuah garda terdepan pembangunan mewujudkan mimpi mulia membangun kotaku ini.
Komitmen Perjuangan
Finally, untuk menjawab pertanyaan awal “Apa sih yang mendasari kamu untuk berjuang untuk berkontribusi saat ini?” Saya dengan segala kerendahan ilmu dan kedangkalan skill akan menjawab: Saya hanya berusaha menjadi diri saya sendiri. Berjuang menemukan “resonansi diri” dalam ragamnya denting dawai kehidupan dalam sebuah kotak kecil bernama kemahasiswaan. Dalam perjalannya pun diri saya terus berkembang hingga menemukan banyak hal yang menjadi pegangan, bekal, dan pedoman untuk mengarungi samudera kehidupan. Ada beberapa yang dapat saya perjuangkan ketika masih menyandang status mahasiswa, namun sisanya saya genggam erat, menunggu untuk diwujudkan setelah selesai menjadi pribadi yang matang dan selesai dengan dirinya sendiri. Biarlah kisah di ini tetap memandu saya untuk tetap berpegang bahwa setiap lulusan yang telah ditempa di Candradimuka Kampus Ganesha harus tetap membawa ikrar seperti yang dituliskan di Plaza Widya Nusantara
“Agar setiap tanya tentang bangsa ini mendapatkan jawabanya”
Jadi terang jadi pelita bangsa ini. Jadilah jawaban, jangan tambahkan beban sebab beratus juta rakyat Indonesia menantimu, Menantiku, menantikan kita.
Untuk Indonesia,
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Anggi Renaldy Pratama
Mahasiswa
