Kembali Meragu

Aku bertanya kepada malam..

kepada bulan yang bersinar separuh..

kepada suara ombak yg pecah di tepi pantai..

kepada kerlap kerlip lampu pesta di kejauhan,

Apa yang lebih menggelisahkan, bagi setiap yang saling jatuh cinta, secara berulang-ulang, bahwa di kenyataannya belum bisa bersama?

Aku hanya mendapati sunyi yang berbisik, “Di kehidupan yang lain, kau harus menpertaruhkan segalanya, sekedar hanya membuatnya bersamamu”…

Dan aku kembali meragu, tentang janji keteduhanmu, dan tentang keindahan ilahi yang tersematkan disetiap belaian rindumu.

Gili Meno, Februari 2016