8 Tahun, Sebuah Perjalanan

Semuanya berawal dari sebuah pertemuan.

Kompek FEUI, salah satu kompetisi yang ‘gagal’ saya taklukkan, tetapi menjadi awal dari sebuah ‘misi’ yang lain. Bagi saya, Kompek FEUI ini menjadi istimewa tidak hanya dari gengsi kompetisi, tetapi juga momen yang mengawali perjalanan 8 tahun ini. Perjalanan yang semakin hari tidak mudah, hanya komitmen untuk berjuang bersama menjadi kekuatan untuk tetap berada di perjalanan ini.

“Mau dicarikan minyak kayu putih, dek?”

Pertanyaan ini mengawali keinginan untuk mengenal lebih dekat, di tengah kekhawatiran akan kondisinya menjelang lomba. Penolakannya menunjukkan karakternya untuk tidak ingin merepotkan orang sekelilingnya. Pembawaan cerianya di waktu lomba, memberikan kesan bahwa sosok ini akan senantiasa dirindukan. Komunikasi pun berlanjut, semakin intens hingga Olimpiade Sains Nasional, salah satu momen terbaik saya bisa menjadi delegasi yang membawa kebanggaan almamater di kancah Nasional, hingga akhirnya berjalan beriringan bersama.

Intensitas bukanlah hal yg menonjol, melainkan kemauan untuk tetap tinggal dan sikap saling membutuhkan dan belajar satu sama lain menjadi kunci bertahannya ikatan ini. Perselisihan tak terhindarkan manakala masing-masing punya ego, dan saling mempertahankan argumentasi. Satu hal yang pasti dan diharapkan adalah bagaimana ego ini membuat kita belajar untuk saling memahami dan menyadari kalau hubungan ini harus seimbang. Karena kunci dari kebahagiaan dan bertahannya suatu hubungan adalah bagaimana satu pihak tidak merasa menjadi penguasa dalam hubungan ini.

8. Delapan.

Banyak orang bilang delapan adalah angka unik dengan bentuk tanpa putus dan kerap dianggap sebagai angka keberuntungan.

Delapan juga dianggap sebagai angka sakral/kritis apakah sesuatu ini akan berlanjut menjadi sebuah perjalanan panjang dengan destinasi pasti/tak berujung nan tentu arah.

Buat saya, angka bukan segalanya. Berapapun, 1, 3, 8, 13 tahun pun takkan terasa, menjadi sesuatu yang mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa, apabila kita satu sama lain bisa terus belajar memahami dan meyakinkan satu sama lain, bertumbuh menjadi insan yang lebih baik, dan berjuang untuk mimpi diri sendiri, kebahagiaan dan kebanggaan keluarga-orang terdekat, dan kebersamaan yang pasti.

Terimakasih untuk segalanya, sepertiga usiaku.