Anyone can publish on Medium per our Policies, but we don’t fact-check every story. For more info about the coronavirus, see cdc.gov.

Corona dan Pandemi Satu Abad Umat Manusia

Alex Zulfikar
Mar 25 · 3 min read

Sampai 25 Maret 2020, wabah virus corona atau Covid-19 telah memakan korban lebih dari 18 r orang di penjuru dunia. Pandemi ini ibarat siklus satu abad yang menghantui umat manusia.

Sejarah mencatat tiga kali pandemi mematikan yaitu Wabah Yustinianus (Plague of Justinian) tahun 541–542, Maut Hitam (Black Death) 1347–1351, dan Bombay Plague 1896–1897. Versi siklus satu abad berturut-turut adalah Plague (1720), Kolera (1820), Spanish Flu (1920), dan Corona (2020).

Di Indonesia, wabah sampar atau pes membunuh lebih dari 200.000 penduduk Jawa antara tahun 1911 hingga 1939. Kutu tikus jadi perantara utama wabah pes yang menyerang hampir seluruh pulau Jawa saat itu.

Pemerintah Hindia Belanda melakukan vaksinasi masal mulai tahun 1935. Bakteri pes diyakini masuk Jawa lewat kutu tikus dalam beras impor dari Burma (Myanmar). Ia datang lewat pelabuhan Surabaya sebelum dikirim ke gudang-gudang di Pulau Jawa.

Bagi umat Muslim, Nabi Muhamad SAW telah mengajarkan bagaimana menyikapi wabah. “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

Wabah Yustinianus pada abad ke-6 terkait dengan kematian kurang lebbih 25 ribu sahabat nabi. Rasulullah SAW dan para sahabat mensikapi situasi pandemi tidak dengan menantangnya atas nama tauhid, tetapi dengan mengajarkan bahwa esensi agama adalah menjaga kemanusiaan. Itulah tauhid yang sesungguhnya.

Situasi ini bertolak belakang dengan anggapan sebagian orang pada saat ini dengan konteks yang kurang tepat, seperti bersikap takabur dan mengatakan “Saya tidak takut corona, hanya takut pada Allah”.

Belajar dari sejarah

Bangsa Eropa pernah mengalami masa kelam akibat sikap fanatik sebagian umat beragama menyikapi The Black Death. Saat otoritas Eropa kehabisan ide mengatasi wabah, masyarakat putus asa, dan mulai mengaitkan bahwa umat Yahudi adalah penyebabnya, sehingga Tuhan murka. Konflik pun terjadi dan ribuan orang Yahudi dipersekusi.

Menurut Oman Fathurahman, sebagian sarjana besar Muslim abad pertengahan mengalami wabah atau tha’un mematikan. Ibn Hajar Al-Asqalani (wafat 1449 M) kehilangan 3 putrinya akibat tha’un, yaitu Fatimah, Aliyah, dan Zin Khatun si sulung yang bahkan pada saat itu sedang hamil.

Apa yang dilakukan Ibn Hajar Al-Asqalani? Ia menulis karya untuk menjaga nyawa sesama. Al-Asqalani menulis kitab Badzl al-Ma’un fi Fadhl al-Tha’un. Ia jauh dari sikap pasrah atau berpangku tangan menghadapi takdir Allah. Pandangan dan sikap beragamanya rasional.

Karya ini telah ditahqiq oleh Ahmad Ishom Abd al-Qadir al-Katib yang mengulas detail tentang tha’un, definisinya secara metafisis dan medis, jenis-jenisnya ~termasuk Black Death di Eropa, pandangan ahli medis, cara menghindarinya, hukum syahid bagi korban, dan tentang bagaimana seorang Muslim harus menyikapi wabah.

Pandemi seperti corona tidak mengenal agama, ras, usia, gender, ataupun kelas sosial. Kita perlu bersama-sama dalam menghadapi wabah corona di negara ini.

Pemerintah telah memutuskan Indonesia darurat bencana akibat corona. Social distancing sudah diterjemahkan oleh Presiden Jokowi dengan himbauan “bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan bekerja di rumah”.

Berbagai tokoh agama pun berijtihad menunda ritual agama, bukan menunda beragama. Bertauhid adalah meyakini bahwa Allah Maha Mutlak, Allah Mencipta, dan Allah pula yang Maha Meniadakan kita.

Mari belajar dari sejarah, berguru dari para pendahulu kita. Beragama yang sebenarnya bukan dengan cara mengabaikan keselamatan sesama, melainkan dengan menjaganya melalui berbagai cara yang rasional demi ridho Allah SWT.

Alex Zulfikar

Written by

Travel writer, on not travel Medium, mostly fun.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade