Another Story about “Struggle”

Kadang memang tidak adil “rasanya” ketika kita (merasa) sudah berjuang hingga titik maksimal tapi hasil yang menjadi tujuan kita tidak seperti yang kita harapkan.

Tapi apakah semuanya memang sia-sia?

Ku lihat lagi tumpukan ijazah, sertifikat, trophy kosong dan beberapa kenang-kenangan yang dulu pernah kuperjuangkan. Apa artinya semua itu? Tidak ada. Aku hanya melihat lembaran itu sebagaimana tumpukan berkas revisian, berharga tapi tidak benar-benar berharga.

Sesuatu itu ada yang berharga sehingga diperjuangkan. Ada yang berharga karena diperjuangkan.

Sehingga apapun hasil akhirnya sebenarnya tidak ada alasan kenapa kita tidak berjuang. Pun tidak ada alasan kenapa kita harus berjuang (jika dan hanya jika kita tidak hidup).

Remember that the most lovable thing during our fight is the process. Semua tentang perjuangan itu, bagaimana kita lari di bawah hujan tak peduli apapun, bagaimana kita bertahan mati-matian menahan kantuk, bagaimana kita harus tidur pagi bangun pagi lagi, bahkan bagaimana kita harus menempuh jarak begitu jauh demi sebuah lembar demi lembar kertas. Are we realize that we’re grow up during that time? Yes, so this is the main purpose of our struggle.

Versi Terbaru Kita. Itu yang sebenarnya kita dapatkan. Hasil memang penting untuk menjadi parameter dan tujuan kita (agar bisa selalu konsisten), tapi hasil itu tidak pernah jauh lebih keren dari apa yang kita dapatkan dalam diri.

Kadang memang menyakitkan ketika kita harus menerima “Semua sudah ditakdirkan”. Kadang mengelak ketika kita harus menerima semua yang digariskan. Tuhan tidak sejahat itu semena-mena mengatur apa-apa yang terjadi untuk Kita. Tuhan hanya mengajari Kita bagaimana hidup dengan elegan.

Go Fight, Discover Everything, Do The Best