Buat Kamu, Mahasiswa(?)

Entah apa yang menjadi motivasi saya buat tiba tiba membuat postingan ber-tema-kan Mahasiswa ini, tapi yang jelas ini adalah salah satu cara saya mengungkapkan unek unek yang sudah meledak ledak dalam pikiran. Oke, buat kamu yang belum pernah dan akan menjadi mahasiswa, tulisan ini bisa jadi salah satu pertimbangan jalan hidup mana yang akan kamu tempuh ketika kamu kelak di jenjang perkuliahan. Supaya kelak kamu gak akan menyesali apa yang sudah kamu perbuat, tapi menyesali apa yang tidak kamu perbuat. Dan buat kamu yang sedang atau sudah tidak dalam jenjang perkuliahan, silahkan dinikmati saja coret coretan saya ini. Beberapa poin poin ini agak random , tapi silahkan disimak sampai akhir , karena benar benar ada kaitannya.

  1. Kadang kamu gagal, kadang kamu gagal lebih parah .

Banyak orang bilang, dunia yang kamu kenal saat SMA/SMK/ dan sebagainya bakal berubah 180 derajat saat kamu kuliah nanti, dan bisa jadi itu benar. Dunia yang sebenarnya, tidak akan selalu seperti yang kamu bayangkan, tidak akan selalu sesuai dengan harapanmu, tidak akan ada orang yang bisa menolong kesulitanmu sendiri kecuali dirimu, dan bahkan 26 abjad backup plan yang sudah kamu buat bakalan gak kepakai, karena memang kamu gak bisa memperkirakan kemungkinan itu. Karena begitulah hidup, selalu mencari cara untuk membuatmu putus asa, selalu bisa membuatmu terhubung dengan sesuatu yang tidak pernah terduga, dan yang selalu bisa mencari cara buat mendewasakanmu. Dan di masa ini, kamu bakal menyadari bahwa ketika kamu membayangkan sebuah masalah itu adalah sebuah tembok dan kamu dituntut bisa merobohkannya, maka yang bakal ada dibalik tembok itu bukanlah pemandangan gunung ,sungai, atau laut yang indah. Tapi tembok lain yang lebih tebal dan keras. Terkadang kamu akan menjadi benar benar pusing, lelah, dan stress. Dan kamu harus bisa mengatasi kejenuhanmu dengan caramu sendiri. Jadi jangan lupa untuk melihat sisi kanan , kiri , dan belakang ketika kamu sedang berusaha merobohkan tembok itu.

2. Kalau kamu gak bisa bermimpi, lebih baik kamu gak perlu tidur.

Pernah dengar temen kalian bilang “Duh hari ini aku gak sempet liat konsernya Band xxx , semoga aja lain kali bisa liat ya hehe” , atau “ Lagi bokek bro, makan mie mulu, semoga aja di mimpi bisa makan enak” , atau “ Aku lagi pusing , banyak banget kerjaan, pengen rasanya terjun bebas dari pesawat biar lega” . Dan di keesokan harinya temen kalian senyum senyum sendiri, dan kamu tanya kenapa dia senyum senyum, dan ternyata di mimpinya konyolnya mereka benar benar memimpikan apa yang mereka katakan. Itu bukan kebetulan, tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini, setidaknya menurut saya. Jadi jangan pernah meremehkan kemampuan imajinasi kalian sendiri. Jangan sampai impian kalian diciptakan,dibentuk, dan dirubah rubah oleh faktor faktor yang bukan dari diri kalian sendiri. Entah di masa ini kalian salah jurusan, gak dapet ptn yang diimpikan, dsb bla bla bla ,kalau memang kalian memutuskan ingin fight, maka ambil kertas kalian sendiri, lalu gambar dan warnai sesuka kalian, sekali lagi, supaya kalian gak menyesali hal hal yang sudah kalian perbuat, tapi menyesali apa yang enggak kalian perbuat, karena ternyata di akhir kalian ternyata merasa sebenarnya juga mampu . Jadi , kalau kalian sudah sampai di masa ini dan kalian sendiri nggak ber-visi, sebaiknya kalian pertanyakan jati diri kalian masing masing, terutama yang masih pakai duit orang tua, mau apa kalian di 3 atau 4 tahun kedepan. Karena visi dan rencana yang matang itu ibarat pedang dan perisai, kalian tau mana yang harus ditebas dan mana yang harus dilindungi.

3. Kalian mau ambil resiko yang mana?

Sebagian besar dari kita pasti sering mendengar kiasan “kupu -kupu” . Ya, buat kalian yang belum tahu, kupu kupu adalah akronim atau singkatan dari kuliah pulang kuliah pulang. Mereka yang tergolong dalam golongan ini adalah mereka yang sebagian besar hanya mementingkan urusan akademik (kuliah aja) lalu pulang, entah setelah itu mereka belajar ,maen, atau bekerja. Golongan ini terkadang dipandang sebelah mata oleh mereka yang mengabdikan sebagian waktunya untuk beberapa kepanitiaan atau organisasi di kampus, ya, oleh mereka yang dianggap atau menganggap dirinya aktifis kampus. Tapi di poin ini saya nggak ingin membela mana yang jelek dan lebih baik, karena sebenarnya tidak ada yang jelek dan tidak ada yang buruk.

Dari hasil pengamatan saya selama berbulan bulan , akan saya paparkan , silahkan disikapi dengan bijak. Yo, buat kamu yang akan menjadi Maba(mahasiswa baru) atau sedang menjadi Maba, “Usahakan selalu Membaca”. Serius, di awal awal bulan di perkuliahan ini, pintar pintar lah membaca, entah itu membaca jurnal, situasi, kondisi, bahkan pikiran dan perasaan. Kalian harus mampu meraba raba mana harus dilakukan , mana yang sesuai dengan visi kalian, mana yang perlu dicoba untuk menambah kemampuan diri, entah itu softskill atau hardskill, mana yang harus dihindari, dan bahkan mana yang harus dilawan. Karena lingkup pengembangan diri kita saat berada di jenjang ini benar benar luas tak tak terbatas. Ada 1000 metode lebih yang bisa kita pilih ketika kita menjadi seorang Mahasiswa. Ada 2pilihan yang sudah saya ambil sebagai sample yang bisa digunakan sebagai pertimbangan, atas dasar pilihan terbanyak.

  1. Sambil bekerja aja(bukan usaha sendiri)

Buat kalian yang ingin meringankan beban biaya pendidikan oleh orang tua , atau sekedar ingin cari pengalaman dan uang lebih , atau kalian anti sama organisasi kampus, pilihan ini boleh kalian ambil. Kalian mungkin lelah, tapi lelah kalian terbayar dengan kucuran rupiah yang kalian terima. Kalian juga bisa dengan bangga bisa membayar UKT(Uang Kuliah Tunggal) kalian sendiri, dan kalian bisa beli barang yang kalian mau dengan jerih payah sendiri. Tapi Ketahuilah, salah satu resiko yang ada pada pilihan ini adalah, kalian akan kehilangan kemampuan mengorganisir orang banyak. Karena dalam step ini, kecil kemungkinan kalian sebagai leader, dan ketika kalian menjadi leader sekalipun , orang orangnya adalah orang orang dengan mindset money-oriented .

2. Sambil berorganisasi aja

Sederhana aja, kadang perbedaan senior dan junior itu hanya antara siapa yang lebih dulu merasakan. Jadi, kenapa takut? Hal terpenting bukanlah selalu organisasi apa yang bener bener cocok buat kita, tapi apa yang bakal kita lakukan disana. Dan di masa ini, kalian akan bener bener tahu cara memandang dan memahami seseorang lebih lagi. Bahwa setiap orang itu egois, dengan caranya masing masing. Bahwa beberapa orang, benar benar mendedikasikan sebagian kehidupan mahasiswanya untuk organisasinya . Kenapa? Simple, karena mereka merasa mereka dibutuhkan. Kalau kamu bener bener paham tentang esensi berorganisasi, maka setelah kamu melewati fase ini kamu bakalan mempunyai sesuatu yang berbeda pada dirimu sendiri. Tapi besar kemungkinan kamu bakal capek lahir batin karena kehilangan banyak waktu dan tenaga, bahkan biaya, dengan ikhlas , tanpa balasan apa apa. Jadi silahkan ditelaah lebih lagi.

CMIIW

W