Perjalanan Seorang Pelajar 15 Tahun Membangun Start-up Media Online

Gw & Ahnaf

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman yang faktual & apa yang gw alami selama satu (1) tahun semenjak Juni 2016 — Juni 2017 saat menjalankan sebuah media online yang fokus pada pemberitaan mengenai industri game baik domestik maupun mancanegara secara singkat.

Di dalam artikel ini, gw input beberapa bukti berupa media (gambar/video) mengenai hal yang berkaitan.

Tak Kenal, Maka Tak Sayang.

Perkenalkan,

Nama gw Alfryan Irgie Valiandra (Irgie)

Berumur 15 Tahun

Saat ini bersekolah di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA)Negeri di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Hobi gw ialah membaca buku mengenai Start-up & Bisnis, dan fotografi.

Gw adalah seorang pendiri start-up media online game yang bernama Gamedaim.com, dimana kegiatan gw ialah menulis konten, menjalin partnership dengan pihak-pihak penyelenggara event, menghadiri meeting, dan atau terkadang menghadiri press-conference.

Beberapa fakta tentang Gamedaim:

  1. Gamedaim pernah ditawari iklan oleh perusahaan multinasional asal Tiongkok, namun tidak ada keterangan lebih lanjut,
  2. Gamedaim saat ini sedang dilirik oleh investor asal Amerika yang fokus pada investasi properti, dan ingin memperlebar sayap ke ranah industri lain karenanya saat ini pihak Gamedaim dengan investor tersebut sedang melakukan perundingan,
  3. Gamedaim telah bekerjasama dengan event berskala daerah, hingga nasional seperti IeSPA Bali, Technofest, Indonesia eSport Festival, Hari Game Indonesia, dan yang baru-baru ini ialah BEKRAF GAME PRIME 2017.

Beberapa fakta tentang gw:

  1. Sebelum membangun media online Gamedaim, gw sempat membuat tim bersama teman SMP untuk membuat project game PC dimana tim-nya bernama Beroang, dan game tersebut bernama Terdampar 3D: Kuingin Pulang (bisa dilihat di Google untuk artikelnya) yang pernah di-mention oleh Reza “Arap” Oktovian,
  2. Gw pernah menangani klien dari Korea Selatan untuk membuat desain potrait,
  3. Gw pernah bercita-cita menjadi seorang Profesor & Tentara sejak SD, namun semenjak mengenal Blogger, gw mulai beralih ke cita-cita lain, dan sekarang sangat dan ingin memiliki perusahaan sendiri serta menjadi CEO di perusahaan yang dirikan,
  4. Gw mengenal Blogging mulai dari kelas 7 SMP,
  5. Gw mulai mempelajari software manipulasi foto (Adobe Photoshop), software grafis 3D (Blender 3D), hingga software pengembangan game (Construct 2 & Unity 3D) semenjak mengenal Blog dari kelas 7 SMP hingga kelas 9 SMP,
  6. Gw pernah mengembangkan blog sebelum website Gamedaim, yang pada waktu itu memiliki pengujung tetap 200/hari-nya dan gw jual seharga Rp100.000 saja ke teman karena kebutuhan yang mendesak beserta faktor waktu yang tidak memadai,
  7. Gw sempat mempunyai minat untuk melukis, membuat robot, mempelajari mikrokontroler, hingga mengolah sampah untuk dijadikan barang-barang kreatif dan mempelajari semua itu melalui YouTube,
  8. Saat kelas 9 SMP, gw mulai tertarik untuk membuat konten YouTube karena waktu itu jaman-jamannya menjadi YouTuber adalah hal yang wajar. Video yang gw buat memiliki jumlah tayangan lebih dari 40 ribu kali banyaknya,
  9. Gw mengenal Start-up semenjak membuat tim Beroang, namun gw mulai mendalami mengenai bidang tersebut dengan mengikuti acara-acara berkaitan tentang Start-up. Website favorit gw untuk bacaan Start-up dalam negeri sendiri yaitu Tech in Asia ID,
  10. Gw sempat membuat komik digital ber-genre komedi dan kehidupan untuk mengisi waktu luang,
  11. Selain menangani Gamedaim, gw juga membuat brand clothing/distro sendiri yang disebut FIRSTNOPE (www.firstnope.com).

[1] ASAL-MUASAL GAMEDAIM

Kala itu, atmosfir di pagi hari, tepatnya pada tanggal 18 Juni 2016 terasa berbeda. Layaknya seorang Nabi dalam agama Islam yang diberikan ilham melalui mimpi untuk kepentingan umat.

Namun, diri gw mendapatkan sebuah spirit dan ilham untuk membangun sebuah media online setelah mengunjungi suatu website dimana situs tersebut berisikan mengenai konten gaming, dan terinspirasi juga dari salah satu teman yang menjalankan media online mengenai Pop Culture.

Semenjak itu, spirit & ilham mendorong gw untuk merancang sebuah nama yang cocok sebagai media online gaming.

Reading is Good, Action is Better -Eric Ries

Gw bukan orang yang punya planning sana-sini namun akhirnya hanya sebagai sebuah jargon. Tapi gw salah satu orang yang langsung action.

Gw ajak juga salah satu teman — dia adalah Ahnaf Hadi — almamater SMP yang cukup andal menangani web development.

Setelah merancang dan meriset nama yang tepat, lalu gw buat logo berdasarkan nama tersebut, dan lahirlah Gamedaim.com yang secara resmi pada tanggal 18 Juni 2016.

Logo Horisontal Gamedaim.com
Gamedaim memiliki makna tersendiri yang bisa Kamu ketahui di laman ini.

[2] WAKTUNYA MENJALANKAN MEDIA ONLINE

Karena keterbatasan resources berupa uang, media online yang telah dirancang meluncur 7 hari setelahnya yaitu tepatnya pada tanggal 25 Juni 2016.

Pada rentan waktu tersebut, gw mulai mencari cara guna mendapatkan uang untuk membeli keperluan membangun sebuah website beserta komponennya (hosting, domain, dan SSL).

Bisa dibilang, tidak ada penyokong dana investasi memang, walaupun judul artikel ini membicarakan soal ‘START-UP’ seperti kebanyakan.

Gw memulai media online ini dengan cara Bootstrap yang dikumpulkan dari uang jajan gw beserta bantuan dana dari orang tua.

Seperti suatu usaha kebanyakan, jika pendiri-nya tidak memiliki popularitas pada industri yang berkaitan, maka usaha-nya tersebut tidak dapat viral dalam waktu dekat. Terkecuali menggunakan koneksi yang sudah ada.

Allhamdulilah.

Setelah menjalankan dengan penuh suka dan duka selama sekitar 60 hari.

Gamedaim sudah dapat menggaet 1500 Likes pertamanya pada laman Facebook, serta memiliki jumlah visitor & pageview yang memuaskan dalam pandangan gw !

Infografis mengenai perkembangan Gamedaim yang kubuat

[3] FIRST OF ALL — PARTNERSHIP WITH NATIONAL SCALE EVENT

BOOM !

Rasanya, detak jantung gw berdetak lebih cepat dari biasanya.

Waktu itu, Gamedaim masih berumur layaknya seorang manusia yang baru keluar dari rahim sang ibu (bayi), atau lebih tepatnya masih berumur 3 bulan setelah peluncuran.

Gw lihat sebuah artikel di suatu website yang berisikan mengenai penetapan HARI GAME INDONESIA (HARGAI) pada tanggal 8 Agustus 2016.

Gw gali hingga ke akar-akar-nya.

Setelah gw baca, ternyata itu bukanlah sekedar event, namun itu adalah Hari Nasional yang secara resmi telah ditetapkan oleh pemerintah dan merupakan pertama kali-nya diselenggarakan dengan bantuan kerjasama AGI (Asosiasi Game Indonesia), Kemkominfo, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian beserta Google Play.

Karena baru pertama kali diselenggarakan, Hari Nasional tersebut membutuhkan coverage dari media-media nasional.

Dalam benak gw, ini merupakan gold-chance untuk memperkuat branding Gamedaim ke khalayak umum.

Lalu, gw cari kontak panitia yang menyelenggarakannya dan mengurus media partner.

AHA !

Gw temukan kontak panitia tersebut.

Namanya ialah Basitullah Almukarommah.

Mas Basit (seperti itulah cara-ku memanggilnya) adalah salah satu kru KotakGame, sebuah media online gaming terpopuler di Indonesia yang role-nya sebagai Managing Editor.

Karena sudahgw temukan kontak panitia-nya, ASAP, gw send e-mail dengan title ‘Media Partner’

“Dari subject dan isi e-mail saja sudah terlihat tidak profesional. Mungkin pihak penyelenggara tidak akan membalas e-mail-ku” Pikir diri gw setelah mengirim e-mail tersebut.

DAN YA !

Asumsi akan pikiran tersebut ternyata berbuah pahit.

Gw harus menelan mentah-mentah kenyataan tersebut karena gw telah menunggu selama lebih dari dua (2) minggu lama-nya namun tidak ada Reply dari pihak mereka.

Gw tak ingin menyerah karena ini merupakan kesempatan bagus !
Isi dari e-mail guna kerjasama dengan HARGAI

H-2 sebelum HARGAI (Hari Game Indonesia), gw kirim ulang e-mail dengan title yang sama tersebut.

Ternyata usaha gw — finally — bisa berbuah manis walau berawal dengan kepahitan.

Berakit-rakit dahulu, berenang ke tepian

Si Mas Basit yang sekarang telah akrab dengan gw, ia lalu mengirimkan sebuah softcopy Press Release mengenai HARGAI beserta dokumen .pdf yang berisikan gambar-gambar berkaitan.

Reply dari pihak HARGAI

Bahagia rasanya.

Karena ini merupakan Track Record / Milestone membanggakan bagi diri gw semenjak meluncurkan website tersebut di 3 bulan sebelumnya.

Hingga saat ini, Kamu bisa melihat logo Gamedaim yang terpampang di jejeran media-media terkenal lainnya pada situs HARGAI 2016
di Kotak Merah ialah logo Gamedaim

[4] COVERAGE PERTAMA KAMI

Perkembangan Gamedaim mulai terhambat.

Banyak faktor yang membuat-nya demikian terjadi.

Rasa malas akan menulis konten (karena mungkin selama ini diri gw bekerja secara Abal-Abal — sebutan abal-abal terdapat pada buku The Lean Start-up dimana kerja seperti itu tidak membuahkan hasil yang maksimal), hingga dicampuradukkan persoalan pribadi, dan atau karena kewajiban diri gw sebagai seorang siswa yang harus menjalani Ujian Sekolah Tertulis.

Dia mengatakan, ‘Ibaratnya, KAMI SUDAH MEMPUNYAI BAHAN BAKU: kayu bakar, kertas, batu api, bahkan baranya. Namun, APINYA SENDIRI MANA?’ — Dikutip dari The Lean Start-up karya Eric Reis

Kondisi ini layaknya kutipan dari Eric Reis tersebut.

Memang, setelah mendapati track record karena telah berpartership dengan acara berskala nasional — rasa bangga tersebut hanyalah sementara dan merupakan sebuah ilusi semata — perasaan semangat muncul dan makin membara.

Namun itu tidak bertahan lama.

Hal ini mungkin bisa disebut dengan ‘Model Ikuti Gairahmu’ sebagaimana yang tercantum pada $100 Start-up karya Chris Guillebeau
“Huft. Kebanyakan asumsi dan mengikuti gairah. Ingin Gw berhenti di tengah jalan. Namun sayang karena waktu penggunaan hosting masih ada beberapa bulan lagi.”

Tetapi Tuhan memiliki rencana lain.

Pada Selasa (25/10/2016) yang lalu — seperti biasa selalu menge-check e-mail bisnis layaknya orang banyak — Inbox Gamedaim kedapatan e-mail tawaran kerjasama dengan event yang akan dihelat di JCC Senayan Hall B, dan event tersebut bernama Colony Collection Market (CCM) 2016.

Terkejut diri gw karena waktu itu gw sedang berada di sekolah, mengikuti mata pelajaran seperti biasa.

Bergegaslah setelah pulang dari sekolah, kuhubungi teman satu almameter SMP— tetapi dia merupakan kakak kelas karena waktu itu dia kelas 3 sedangkan Aku kelas 1 — yang kebetulan cukup andal menangani urusan video (liputan perlu dibutuhkan kamera untuk merekam).

Teman yang dimaksud itu bernama Assaid (Said).

Iya mengkonfirmasikan lagi bahwa Ia dapat membantu gw meliput acara di Senayan tersebut.

Lega rasanya.

Sekaligus khawatir dihantui beban pikiran.

Karena pikiran negatif dan asumsi selalu menemani selama hingga hari H acara.

Sebelum hari H acara, gw bersama bokap pergi ke rumah yang berada di Margonda, Depok untuk menginap dan mempersiapkan segala-nya di sana.

Gw mempersiapkan beberapa kartu nama, press card, smartphone untuk komunikasi, dan arsip MoU antara Gamedaim dengan Colony Collection Market.

Said sendiri membawa Kamera DSLR miliknya dan mengajak teman SMK-nya untuk ikut liputan serta membantunya meliput.

Dan pada akhir-nya kita berangkat ke Senayan dari Stasiun Depok Baru (DEBAR) menggunakan kereta.

Ini juga pertama kali-nya gw bertemu dengan Said setelah lebih dari dua tahun lamanya. TBH, ini pertama kali-nya gw menaiki kereta, dan pertama kali-nya juga gw ke JCC Senayan. Semua itu merupakan rezeki dan pengalaman yang tak akan terlupakan.

Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 40 menit lamanya.

Pegal rasanya karena harus berdiri memegang tiang yang tertancap di kereta tersebut selama waktu perjalanan.

Namun, Setelah sampai di tempat tujuan, rasa capek itu terbayarkan karena pada akhirnya GW bisa MELIPUT bersama teman-teman untuk pertama kali-nya setelah 6 bulan menjalankan Gamedaim sebagai media online.

Beberapa foto dari keseluruhan jepretan kami selama liputan
1) Said bersama DD Saida, cosplayer terkenal asal Korea Selatan | 2) Yogi sedang mencoba VR | 3) Diriku bersama salah satu cosplayer yang imut

Kamu bisa melihat re-cap video-nya di bawah ini:

Colony Collection Market 2016 Recap by Gamedaim | Diedit oleh: Said

[5] MENANGANI KLIEN DARI SINGAPURA

Waktu itu, Gw baru saja pulang dari sekolah setelah melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dan beribadah Sholat Jum’at di sekolah seperti biasa.

Siang yang cerah pada Jum’at (20/01/2017), Inbox Gamedaim kedapatan e-mail.

Nama dan instansi yang terkait tidak dapat Aku sebutkan di sini, mohon maaf atas hal tersebut.

Dalam e-mail tersebut, berisikan bahwa Ia berminat untuk beriklan dengan cara melalui konten.

Sontak membaca-nya dengan terperinci, gw bingung.

Karena calon klien ini berasal dari Singapura.

“Darimana ya kira-kira ia mengetahui website Gamedaim (?)” Pikir gw

Just to be honest, sebelumnya Gamedaim tidak pernah mendapatkan permintaan seperti ini. Bahkan, gw tidak pernah mendapatkan penghasilan berupa Uang selama menjalankan media online yang dirintis ini.

Karena momen seperti ini jarang sekali.

Gw terima tawaran tersebut. Lalu gw diskusikan soal biaya pemasangan konten yang ia katakan bahwa nantinya berisikan tentang game.

Setelah beberapa kali saling me-reply e-mail, pada akhirnya gw menyepakati bahwa ia akan membayarnya dengan jumlah $35 (sebelumnya Aku tawar $50, namun ia menolaknya karena harus menyewa penulis untuk membuat konten tersebut).

Satu hal yang membuat proses transfer uang terhambat ialah gw masih di bawah umur, dan belum memiliki/mendaftar rekening bank.

Jadi, Aku meminta Tante gw untuk mengirim nomor rekening-nya dan mengirim invoice ke orang Singapura tersebut.

Invoice berupa softcopy

Yha, rezeki tidak kemana.

Uang yang bilamana dirupiahkan menjadi sekitar 400 ribuan tersebut pada akhir-nya hanya gw pergunakan untuk membeli tiket acara Creativepreneur Corner 2016 di The Hall Senayan City, event talkshow yang dipionir oleh anak-nya Pak Chairul Tanjung, Putri Indahsari dimana acara tersebut menghadirkan musisi terkenal seperti Tulus, dan pelaku industri kreatif lainnya.

Creativepreneur 2016 di The Hall Senayan City | FYI: tiket-nya seharga 300 ribuan, hehe…

[6] MENGHADIRI BERBAGAI ACARA HINGGA MEETING DENGAN ORANG GOOGLE

Sebagai media online yang berfokus pada distribusi konten digital, maklum jika jarang menghadiri acara fisik/offline di suatu tempat. Karena sumber konten digital itu sendiri dapat mudah didapat dengan surfing di internet.

Dalam beberapa kesempatan, salah satunya gw pernah diundang ke acara Zowie BenQ di Hotel Ciputra. Acara itu sendiri merupakan press conference untuk memperkenalkan monitor Zowie BenQ terbaru kepada 30+ media-media nasional termasuk Gamedaim, hingga para influencer/youtuber seperti Igoy (GOGOGOY).

Aku memakai kemeja hitam bersama Dio, teman SMA.

Saat itu acara-nya dihelat pada hari sekolah, yaitu hari rabu.

Gw pergi ke sana bersama Dio, teman SMA yang rumah-nya tidak jauh dari rumah gw.

Gw bernegosiasi dengan Dio untuk izin saat setelah sholat Dzuhur berjamaah.

Tapi kami tidak jadi izin karena kami tidak ingin meninggalkan mata pelajaran.

Pada akhirnya, kami berdua berangkat menggunakan GO-CAR dari rumah gw menuju Hotel Ciputra yang jaraknya hingga 10km lebih dari tempat keberangkatan

Karena macet dan kami beserta supir tidak terlalu mafhum akan jalan menuju ke sana, ya kami telat beberapa menit dari waktu acara.

Dan allhamdulilah masih sempat untuk mengikuti acara tersebut.

Selain mengikuti acara tersebut, gw pernah pergi ke acara mengenai Start-up bersama Dio di Senayan City

LOH, KATANYA MEDIA ONLINE GAME. KOK NGELIPUT ACARA BERKAITAN TENTANG START-UP (?)

Nah.

Di sini cerita-nya agak panjang.

Namun kesimpulannya, gw ingin memperlebar sayap agar Gamedaim tidak hanya menyediakan konten tentang game saja, namun konten tentang start-up juga, dengan tanda kutip masih berkaitan tentang ‘game’.

Acara tersebut ialah LocalStartupFest 2017 yang diselenggarakan oleh Local(dot)co(dot)id.

Tag card untuk Media

Dalam acara ini, gw juga bisa bertemu secara langsung dengan Scott yang awalnya hanya berkenalan melalui Facebook dan berbincang-bincang seru mengenai Start-up.

Scott sendiri memiliki tim jasa pengembangan aplikasi dimana ia pernah menangani klien dari perusahaan yang amat terkenal di Indonesia, namun sayangnya belum rezeki si Scott.

Scott & gw di acara Local Startup Fest 2017

Dio bukan satu-satunya orang yang kuajak untuk mengikuti acara.

Banyak teman-teman sebaya — entah itu teman SMA, SMP, atau kenalan saja — untuk ikut bersama gw menghadiri acara-acara guna menambah wawasan mereka.

Contohnya ialah saat gw bersama Amanda (Mandy) mengikuti meeting dengan karyawan dari perusahaan multinasional asal Filipina di Jittlada Resto, Grand Indonesia.

Foto bersama saat di depan Jittlada Resto | Thanks to mbak restorannya :D

Atau bersama Luthfi, teman sekelas yang saat kelas 7 SMP sudah satu kelas.

Untuk yang ini, gw pergi menghadiri undangan ke acara Nonton Bersama animasi BuLiang Ren, sebuah animasi populer dari daratan Tiongkok yang nantinya akan merilis sebuah game dan masuk ke market Indonesia.

Foto bersama cosplayer Bu Liang Ren di Gandaria Office Tower lt. 8
Gambar 1: Bersama Mr. Tiger Inwha Hong, CEO of #Netmarble Indonesia | Gambar 2: Foto bersama media saat acara Buka Bersama dari Netmarble Indonesia di Sekai Japanese Restaurant, Senopati.

Terlepas dari semua itu.

Baru-baru ini, tepat-nya pada tanggal hari Rabu (10 Mei 2017) yang lalu di Senayan City juga, tepatnya di Warung Koffie Batavia.

Gw bersama Rivan, teman sekelas juga seperti Luthfi ikut meeting bersama karyawan dari Google yang namanya tidak bisa kusebutkan.

Saat menerima e-mail ajakan meeting tersebut awalnya gw sontak kaget & gembira, karena ini merupakan ajakan dari karyawan perusahaan Internet terbesar di dunia yang bermarkas di San Francisco, yaitu Google (sekarang ALPHABET).

Meeting itu menghasilkan kesepakatan bahwa Gamedaim nantinya akan merilis siaran pers yang dikirim oleh karyawan tersebut ke e-mail Gamedaim.

Siaran pers tersebut berisikan event yang saat ini sedang berjalan di bulan Ramadhan, yaitu #SalipLevel.

Event SalipLevel ini turut dimeriahkan oleh beberapa youtuber ternama yang salah satunya ialah Arif Muhammad.

Cerita tersebut adalah secuil kisah. Karena semua itu masih berjalan. Seperti Bulan yang senantiasa mengorbit mengelilingi Bumi, dan Bumi yang mengorbit mengelilingi Matahari.

Terimakasih bagi kalian yang telah membaca secuil pengalaman ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan perlu diingat, ini hanya pengalaman gw, dan bukan kisah sukses gw terhadap hal yang berkaitan. #YangMudaYangBerkarya