REFLEK DAKWAH

Oleh : Ali Akbar

Yang namanya bukan milik kita, sepatutnyalah akan kita berikan kepada orang yang patut menerimanya. Yah… Karna secara untuk apa kita mempertahankan sesuatu yang bukan hak kita, bukankah itu namanya bakhil. ? Dulu, ini dulu ya, ! Untuk sekarang mudah- mudahan tidak, kita akan merasakan marah, kesal jika apa yng kita harapkna tidak sesuai dengan apa yang kita impikan, sakit hati malahan. Nah..!! Ini dia, kita sering kali kesal, sakit hati dengan apa yang tidak kita miliki bukan. Pernah kita sakit hati ? Kecewa ? Dikhianati ? Kalau pernah, yah tak apa- apa, aku cuma nanya aja ! ☺

Yah, kita menanggap kemenangan milik kita sehingga kita kecewa, kita kira cinta itu untuk kita sehingga kita anggap itu penghianatan, dan kita anggap sesuatu itu milik kita akhirnya kita kecewa, bukan begitu ?

Kita sebagai generasi muda, pernah yang namanya perasaan kepada seseorang bukan, lalu kita ketemuan jam segini bertemu di taman, di warung, kafe dan yang lainnya, kita duduk bedua dengan si dia, ditemani jus dan sehidangan makanan, tak lupa kejutan bunga, selesai makan kita ucapkan bahwa ” aku mencintaimu dx, sejak awal kita berjumpa, semenjak itu pula aku memiliki perasaan yang sulit ku uraikan ” ** eheem** . Yah kira-kira begitu. Lalu sicewek dengan berfikir lama dan menjawan ceritanya menerima kita sebagai ” Pacarnya “. Yah.. Semenjak itulah ada kondisi yang berbeda dari kondisi fisiologis, mental dan lainnya, merasa kebahagian meliputi jalan hidup kita, sms, telponan, ketemuan, canda dan lainnya.

Lalu datang pada saat dimana kita sampai pada kondisi yang tak diharapkan kita ” Putus ” yah putus, yaaa… Aku gaaaLAaaAu. * lebay..a * haha. Saat itu pula kita akan menjalani hari2 dengan kesendirian, sunyi, senyap, dan gelap* makanya bayar listrik * haha.. Maaf. Lanjutin yaah. Kita akan mencoba membujukx, sms tak dibalas, ditelpon tak dianggat. Apalagi kita melihat dia bersama orang, hancur hancur hancur hatiku kata Olga. Ya hancur luluh berkeping ” penghianatan ” ini awalnya, kita merasa cinta itu hanya milik kita toh, saat dia bersama yang lain kita merasa dikhianati, sakit sungguh sakit. Sakitnya tuh disini..!! Citata ikutan. ☺ Lalu hari bahagia beganti dengan lautan kepiluan. Yah..!! Nah, kenapa semuax terjadi, apakah kita menganggap bahwa dia adalah. Milik kita ? Kalau ia, mana buktinya, mana ! Ayooo tunjukkan, ngk ada toh. ? Kalau dia adalah milik kita mana SIMnya ( surat izin memiliki ). Ada..! Dia sudah jadi pacar saya, otomatis milik saya toh. Hahah… Kalau cuman Sim itu, buatan kita — kita aja, STNK, BPKB emang udah, mana tau cuman minjam, orang tak punya pacar aja punya SIM toh, emang pacar gue motor, disamaan pake STNK, BPKB.

Owww, jadi gitu ya ?. Lah iya,. Oya boleh nanya ?. Boleh, silakan. Kalau pacaran untuk apa ?. Teman curhat, saling tukar pikiran, teman kita jalan2, ngasih motivasi, truus, dia bisa mengerti keadaan kita dan dia slalu buat kita bahagia, hidup tidak lengkap kalau kita tidak memiliki ” cinta “. Waduuh, benar juga ya. Saya rasa sekarang motor ngk ada gunanya, bikin kesal, ya khan ?. Ngk lah, motor itu bisa nemanin kita, ya kemana bisa jalan2 tak capek, pacar kita juga senang jadinya, motor merasa sebuah kebutuhan, kalau tak ada motor hidup terasa kurang, keman — kemana susah.

Gitu yah, enakyah punya pacar sama motor. Yah iya dunk. Jadi kalau motor rusak diperbaiki, dan seandainya sudah rusak total beli baru lagi. Pacar kalau brantem kan bisa diperbaiki hubunganx, kalau tak bisa dipertahankan cari deler baru. ☺ ” Haa. ☹ ** Dia itu bukan milik kita, dia milik ayahnya, abgnya, kakaknya, ibunya family dan saudaranya, kalau pengen jadi milik kita tuh “. NIKAH “. Masak ia kita dijadikan percobaan lau cocok, dan bagus lanjut, jika tidak selamat tinggal..!!!


Originally published at aldayub.wordpress.com.

Like what you read? Give Ali Akbar Caniago a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.