Orang-orang Ber-helm-kan Peci

Saat kita mempertanyakan, religius atau safety first?

Ramadhan telah memasuki hari kedua, tak terasa 27 hari lagi menuju Hari Kemenangan, hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin. Alhamdulillah puasa saya belum ada yang bolong.


Ketika Ramadhan telah memasuki hari kedua, itu artinya kita telah melaksanakan Shalat tarawih sebanyak tiga kali. Menariknya dari Ramadhan ialah, semakin jauh kita menyelam maka semakin kita merasakan semaraknya. Orang-orang menyambut Ramadhan dengan semangat menggebu-gebu. Bapak-bapak, Ibu-ibu, hingga belasan anak-anak berbondong-bondong menuju Baitullah saat adzan berkumandang. Subhanallah.

Namun ada yang menggelitik hati saya.


Peci sebagai Pelindung.

Sumber: www.antaranews.com

Orang-orang berangkat ke masjid tanpa menggunakan helm. Melainkan hanya menggunakan peci — atau bahkan tanpa pelindung kepala sekalipun.

Saya paham, bahwa kita sedang berada dalam nuansa Ramadhan, bulan penuh rahmat. Hanya saja, tentunya kita dapat memaknai Ramadhan dengan lebih bijak. Semestinya kita paham batasan-batasan yang kita lakukan dan hindari.

Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan kendaraan bermotor. Perlengkapan tersebut bagi sepeda motor berupa helm standar nasional Indonesia.

“Setiap orang yang mengemudi sepeda motor dan penumpang sepeda motor wajib menggunakan helm yang memenuhi standar nasional.”

Berikut merupakan aturan penjelas pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 106 ayat 8.

Itu artinya, orang-orang tersebut telah melakukan pelanggaran hukum lalu lintas.


Keamanan Berkendara

Ada hal yang lebih menarik untuk dibahas, yaitu memahami mengapa peraturan lalu lintas itu dibuat. Mengapa kita diwajibkan menggunakan helm saat mengemudi sepeda motor?

Saya rasa kita telah memahami bahwa satu-satunya alasannya adalah keselamatan. Penggunaan helm bertujuan untuk memastikan keselamatan saat berkendara. Kita boleh saja mengabaikan peraturan kepolisian, namun jangan merengek saat kepala bocor di tengah jalan. Jangan meminta asuransi kecelakaan lalu lintas.

Safety has no holiday. Kecelakaan bisa datang di mana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja. Oleh karena itu, menggunakan helm menjadi suatu elemen penting dalam berkendara.

Ramadhan Hanya Momentum

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyudutkan salah satu pihak. Saya juga muslim. Sejatinya, Ramadhan hanya saya anggap sebagai momentum. Momentum bagi kita untuk refleksi bersama. Karena di bulan ini, saya dapati banyak sekali orang-orang berbondong-bondong mengejar keutamaan akhirat, namun mengabaikan keselamatan dunia.

“Kejarlah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan kejarlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati esok hari ” -Anonymous

Lagi-lagi saya paham, perkara mati itu urusan Allah. Tidak ada yang salah dengan mengejar akhirat. Pergi ke masjid dengan menggunakan peci. Itu baik, Allah menyukai-nya. Pun jika kita meninggal di perjalanan menuju masjid, sungguh mulia. Saya pun yakin bahwa Allah senantiasa akan melindungi setiap langkah umat-Nya yang ingin menyembah pada-Nya.

Akan tetapi, alangkah lebih baik apabila kita mengejar keutamaan akhirat dan juga menjaga keselamatan dunia.

Sekali lagi, tulisan ini hanya bermaksud untuk mengingatkan.


Solusi.

Mungkin, ini solusi yang bisa kita gunakan :p

Inovatif!