Perbincangan malam

Alif Imanuddin
Nov 2 · 2 min read

1# “Untuk kamu diluar sana yang sedang merasa lelah dan tidak kuat menahan segala beban dunia, tapi kamu masih berusaha untuk menanggung semuanya sendiri. Aku mau kasih tahu kalau kamu tidak sendiri. Mungkin apa yang Aku sampaikan ini tidak membuat kamu merasa lebih baik, tapi Aku mau jadi seseorang yang ada buat kamu. Melalui tulisan yang Aku sampaikan ini, sebagai bukti bahwa kamu ga sendirian di bumi. Kamu termasuk Aku itu manusia biasa, ada kalanya kita kuat dan ada saatnya kita merasa lelah. Itu semua wajar, yang ga wajar adalah kalau memendam semuanya sendiri. Aku emang gatau apa dan seberapa besar masalah yang sedang kamu hadapi saat ini. Aku hanya mau mengingatkan, tidak salah untuk merasa lemah. gak apa apa jika kamu merasakan itu semua. Karena itu tandanya kamu manusia normal.”

2# “aku kembali kedalam dimensiku yang kosong dan hening. gak merasakan kehadiran apapun ke tempat ini. yang ada hanya aku dan pikiranku. aku menemani diriku yang sendirian. aku lagi mencoba menghibur diriku yang sendirian. mencari celah bagaimana membuat diri aku tidak merasa kesepian lagi, lewati tulisan yang berbincang dengan diri ini. aku mencoba memfokuskan diri ini untuk melihat bagaimana diri aku yang didalam ingin menyampaikan sesuatu di luar sini.

“Halo, diriku yang di dalam. apakah kamu menikmati diriku di dalam sana. apakah kamu nyaman. hei jangan acuhkan aku di luar sini dong!. aku mencoba berbicara dan menemanimu disini, dari tulisan yang aku buat ini.”

“halo jg, diri aku yang diluar sana, iya aku kurang merasakan sesuatu di dalam sini. hampa, sepi, dan sedih gak ada yang mengajakku untuk berbincang di dalam sini. hanya kamu yang selalu mau menemaniku setiap saat di dalam sepi dan hening ini. wahai diriku, aku sebenarnya iri denganmu yang diluar sana. karena kamu bisa menikmati langsung bertemu orang-orang diluar sana, sementara aku yang di dalam ini, seperti terjebak dalam penjara dan kesepian. aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu terhadap keluhanku, kesedihanku, amarahku, dan impianku tapi aku masih tak ada tempat untuk bisa menumpahkannya. aku sebenarnya ingin mencari jawaban di luar sana. tapi tak ada satupun yang menemuiku di dalam sini untuk mendiskusikannya.

tapi aku berterima kasih dengan diriku yang diluar, kamu telah mau mengakui keberadaanku di dalam sini, kepedulianmu terhadap diri kita ini sangat kamu perhatikan. aku tau kamu diluar sana jadi ikut merasakannya juga disaat aku didalam sini sedang bermasalah, Sementara kamu sebenarnya sedang berjuang juga untuk mencoba memperkenalkan aku yang didalam sini dengan orang-orang disekitarmu.

sekali lagi, makasih yaa sudah berjuang sampai sejauh ini, menerima diri ini dan mengakui aku ini. aku tau kamu menerima banyak beban atas segala hal ini tapi aku bakal selalu mendukungmu juga dari dalam sini, jika kamu lelah, sekali-kali kamu bisa menengok kesini dan ngobrol dengan aku.”

“hehe iyaa sama-sama diriku yang di dalam sana. Aku sependapat karena aku sayang dengan diri kamu. makanya aku peduli. aku merasakan jg apa yang kamu deritakan ini kok. maka itu aku tak mau kamu sendirian yang selalu merasakan hal itu di dalam sana. aku pengen kamu merasakan sisi lain dari kehidupan yang kita jalani bersama ini. bahwa dibalik itu masih ada kesenangan, misteri, dan orang-orang yang harus kita ketahui lagi.”

Alif Imanuddin

Written by

A MEN who always search about the meaning of his life