
Insan Milenial.
Dunia sudah berubah, zaman silih berganti. Kita sekarang memasuki era milenial, dimana semua inforasi serba cepat. Saking cepatnya tak sempat kita baca seluruhnya, lalu segera menulis komentar.
Padahal kita belum tahu tulisan ini ingin dibawa si penulis ke arah mana. Bisa saja intinya ada di tengah-tengah atau malah ada di kalimat terakhir, tetapi kita yang sudah tersulut ingin segera mengomentari.
Hal ini pun tak jarang dibawa ke dunia nyata. Banyak diantara kita yang segera memotong pembicaraan untuk memberi sanggahan. Padahal banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari diam mendengarkan. Tentu tidak enak bukan satu kalimat kita bicara dibalas dua kalimat.
Di dunia ini aku rasa ada manusia seperti diatas. Yang hanya mendengar untuk mematahkan pendapat orang mungkin agar telihat cerdas. Tapi dia lupa bahwa tong kosong itu nyaring bunyinya. Mungkin dia senang diperhatikan tapi lupa memperhatikan. Senang menghakimi daripada melihat sudut pandang lain. Sering melihat tapi tidak menyimak lagi mendengar.
Padahal bukankah lebih mudah memasang telinga atau membaca dibanding menggerakan lidah atau mengetik komentar.
Ya mungkin gengsi dan harga dirilah masalah bangsa ini, merasa serba tahu dan doyan mengkomentari dibanding diam dan mencari tahu. Padahal jika kita merasa tahu itu artinya pikiran mulai kolot, mandeg di tengah jalan tidak bisa bergerak maju.
Alam semesta adalah dahaga ilmu jika bersedia merendah diri dan membuang keangkuhan kita semua. Ia adalah guru jika kita berani melepas kesombongan dan sikap buruk lainnya. Berdiskusi lah tanpa mendebat. Apresiasilah tanpa kata 'Tapi' di tengahnya. Mungkin kawan kita sedang mencari kawan bicara bukan sedang ingin membuat lawan bicara.
Jatinangor, 3 September 2018-23 Dzulhijjah 1439 H
#1TahunMenulis
#1TM16
Note: Mohon maaf baru diupload dini hari karena sempat ketiduran
Sumber gambar tersedia
--------------------------
1 Tahun Menulis adalah proyek yang saya gagas sendiri sebagai sumbangsih untuk manusia. Proyek ini membutuhkan beberapa kali kata 'Nanti' sebelum akhirnya aku masa bodoh dan nekat melakukan ini. Proyek ini memaksamu untuk menulis minimal 1 halaman word setiap hari selama 1 tahun dengan harapan membiasakan untuk menulis dan membaca. Berat ? Memang, Tapi disetiap hal yang berat pasti ada hikmah yang bisa kita ambil kelak. Tunggu apa lagi ? Lakukan saja, jangan banyak kata nanti atau kau akan menyesal sepertiku.
Silahkan kawan-kawan bebas berbagi, menyukai atau memberi kritik. Tapi mohon jangan terpaksa ikutilah kata hati. Bagikan jika kawan-kawan memang ingin orang lain mengetahui. Sukai bila menurut kawan-kawan bermutu. Dan beri komentar sekaligus saran bila kawan ingin membantu
