Kampanye kapan nikah di mata jomblo

Ok men, siapa yang pernah liat meme semacam ini?

copyright udah ada digambar.

Oke fix elu jomblo. Dan berarti sekarang gue boleh manggil elo semua “kita”, kita sering kali disuguhi meme-meme seperti di atas saat membuka timeline sosial media, tentu saja selain banyak para “aktivis” yang membuat meme maupun artikel berkaitan dengan kata kapan nikah, hal ini didukung pula oleh perilaku para kaula-muda yang sering membagikan postingan-postingan semacam itu. Biasanya mereka adalah teman-teman kita yang berlatar-belakang sebagai cowok/cewek yang sedang pacaran, cowok/e yang sedang tunangan, cowok/e yang baru menikah.

Tapi mengapa mereka mempunyai motivasi untuk berkampanye kapan-nikah? Ssssst, gue jawab nih…

Salah satu dari pasangan ingin menyindir pasangannya untuk mengajaknya menikah, salah satu dari pasangan atau pasangan tersebut ingin pamer tentang hubungan mereka yang akan segera menikah atau sudah menikah.

Selain motivasi di atas, kampanye kapan nikah juga didukung oleh oknum pejabat (catatan: kata oknum tidak selalu berartian negatif), atau oknum dari kalangan beragama yang mempunyai pengaruh besar terhadap kaula muda, bahkan dari mereka yang cuma ingin ikut andil dalam tren.

Oh ya, elo semua pasti ngira gue orang yang gak suka dengan kampanye kapan nikah, tapi sejujurnya gue cuma mau nulis. Namun jika banyak orang terpengaruh dari tulisan ini, itu bukan salah gue.

Biar berimbang sebaiknya gue menulis beberapa argumen tentang manfaat nikah muda, atau hal-hal baik lainnya tentang nikah muda. https://goo.gl/7EMr3r

Baiklah sekarang waktunya berkarya.

Dampak negatif nikah muda bagi bangsa dan negara.

Gue ngerasa pahlawan setelah menulis kalimat di atas, oke ini dia. Saat menikah muda menjadi tren kehancuran suatu bangsa dimulai, saat menikah muda menjadi tren tingkat kriminalitas bertambah, kesenjangan sosial, bahkan perilaku atau moral buruk bertumbuh sehingga berdampak negatif bagi alam maupun mahluk hidup itu sendiri. /* berlebihan */

Enggak kok, enggak berlebihan. Kalau gak percaya coba lanjutkan pandangan di bawah.

Dengan menjamurnya nikah muda maka otomatis jarak proses kelahiran suatu bangsa akan semakin pendek dan tentunya populasi bangsa akan mengalami peningkatan yang tak terkendali dan inilah yang melatar belakangi argumen sebelumnya. Jumlah orang tua atau kakek/n yang berkurang, sehingga tidak ada lagi anak yang pernah melihat siapa kakeknya, apalagi ayahnya kakek.

Emang siapa yang peduli ama kakek-kakek?

Orang tua atau kakek/nenek sangat berpengaruh dalam mengontrol moral dan prilaku anaknya bahkan cucunya, juga sangat berpengaruh dalam menjaga kekeluargaan. Bayangkan jika seorang anak tidak mengenal kakek/n, maka mereka hanya mengenal ayah dan ibu. Paman, om maupun tante akan mempunyai jarak karena tidak adanya kakek/n. Dengan tidak adanya rasa kekeluargaan dalam masyarakat, menurutmu masih ada bangsa itu?

Gue rasa tulisan ini semakin berbobot dan terlalu sulit untuk dicerna, oke gue mau ngungkapin alasan gue menulis artikel ini. Gue hanya kesel ketika mereka membuat meme dengan gambar cowok dan cewek bermesraan, mereka seolah-olah acuh tentang betapa susahnya mendapat pasangan di zaman ini. Dan mereka seenaknya mendorong kita untuk segera mendapat pasangan tanpa peduli pada orang-orang yang sudah menurunkan harga dirinya untuk mendapat pasangan walaupun hasilnya nil.

Aku muak, aku muak…

Kamu baca sampai akhir?

Oke fix kamu JOMBLO.

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.