Saya Takut.

unsplash.com
Ini hanya paparan perasaan. Tidak lebih, hanya diri yang ingin bercerita.
Jika kamu menemukan solusinya aku ingin dengar. Mungkin kalian pernah merasakan hal yang sama seperti saya dan tahu betul cara mengatasinya.

Saya takut dan benci berpura-pura.

Berpura-pura menyukai padahal membenci.

Berpura-pura bahagia padahal sedih.

Berpura-pura kuat padahal dirinya sendiri tak kuat menopang beban.

Berpura-pura sudah melupakan padahal tiap hari terngiang.

Berpura-pura bebas padahal selalu terikat.

Berpura-pura menyukai kesendirian padahal tak selamanya sendiri itu dapat dinikmati.

Saya takut bila saya tidak menjadi diri saya sendiri.

Saya takut bila selama ini ternyata saya berpura-pura menjadi orang lain.

Berusaha untuk mencerna satu persatu hal yang orang lain suka lalu mengikuti. Namun tak sepenuhnya itu menjadi bagian dari saya sendiri.

Saya takut bila selama ini saya menyukai sesuatu hanya karena orang lain dapat menganggap saya teman mereka.

Saya takut jika semua yang ada dalam diri saya paradoksal.

Jujur, tidak ada yang melebihi perasaan takut seperti ini.

Jauhkan saya dari perasaan takut seperti ini.
Saya ingin bebas dan jadi diri saya sendiri.
Namun, apakah mereka akan menerima apa adanya saya?

Malang, 15 November 2016.

Berharap ada orang yang mengerti.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.