JANGAN MASUK HIMPUNAN, BEM, ATAU ORGANISASI MAHASISWA SEMACAMNYA!

Alman Julhijan
Aug 27, 2018 · 6 min read

Tenang, bukan, artikel ini aku enggak ngebahas organisasi mahasiswa yang rusuh, organisasi mahasiswa yang anarkis, atau organisasi mahasiswa yang lain sebagainya. Aku enggak akan bahas suatu organisasi mahasiswa tertentu, tapi aku bakal lebih membahas organisasi mahasiswa secara umum. Ya kurang lebih yang definisinya seperti ini.

Definisi Himpunan Mahasiswa Menurut Wikipedia (kiri) dan Universitas Katolik Parahyangan (kanan). (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Himpunan_mahasiswa_jurusan, http://unpar.ac.id/himpunan-mahasiswa-program-studi/)

Organisasi mahasiswa yang ku maksud itu seperti Himpunan Jurusan, BEM Fakultas, Lembaga Kepresidenan, dsb.

Nongkrong di Kafe. (Sumber: http://ayobandung.com/read/2017/10/11/24583/nongkrong-asyik-sambil-ngopi-dan-ngavape-di-wortheat-cimahi)

Jadi suatu hari aku main ke salah satu kafe punya temanku di daerah Dago, Bandung. Singkat cerita kami disana sedang mengobrol, hingga kami berbicara mengenai “himpunan”. Singkat cerita kami berdiskusi, hingga temanku (si pemilik kafe) megeluarkan suatu pernyataan. Seperti ini katanya:

Ngapain sih masuk Himpunan?, *kata yang tidak mau ku tulis di sini* Himpunan mah…

Temanku yang pemiliki kafe dan seumuran dengan ku (20 tahun) itu menyatakan bagi dia masuk himpunan itu kurang penting. Pada saat itu aku tidak mengkomentari pernyataan dia, aku setuju dengan pernyataannya.

Aku mengenal dia sejak masih SMA, aku kurang lebih tau seperti apa dia, apa yang menjadi ketertarikan dia. Kalau ku coba berpikir dari sudut padangnya, aku sangat setuju, bahwa memasuki himpunan hanya akan buang-buang waktu bagi dia.

Tahan Dulu! (Sumber: https://eurokeks.com/memes/stop)

Kalau ikut BEM kan kita bisa beraksi nyata untuk sekitar!, Masuk Himpunan kan bisa nambah skill dan koneksi buat nanti kerja loh!, Lu pasti apatis sama keadaan sekitar! Tahan dulu! Iya emang enggak salah itu, tapi disini aku mau jelasin kenapa itu enggak selalu benar.


Jangan Buang-Buang Waktu Ikut Organisasi Mahasiswa. (Sumber: http://hmm.teknik.ub.ac.id/galeri/)

Sekarang kita masuk ke the serious shit. Kenapa kamu buang-buang waktu aktif di BEM? Kenapa jangan masuk organisasi mahasiswa? Emang penting ya masuk himpunan? Kenapa? Singkatnya, karena hidup itu bagaikan sebuah perjalanan.

Seringkali di kampus-kampus di Indonesia, pada masa orientasi kampus, mahasiswa baru pasti diperkenalkan sama Himpunan, Keluarga Mahasiswa, Senator, dan lain-lain. Setelah baru masuk, (beberapa) seperti enggak punya pilihan, disuruh kumpul bareng angkatan, disuruh ikut forum, disuruh bikinin acara wisuda, dan ini-itu lainnya. Ujung-ujungnya rangkaian kegiatan tersebut adalah program kaderisasi dari himpunan/BEM, agar mereka tetap memiliki anggota dengan standar kualitas yang baik dari tahun ke tahunnya. Ini contoh kumpul angkatan.

Kumpul Angkatan Cuy! (Sumber: https://www.youthmanual.com/post/dunia-kuliah/kehidupan-mahasiswa/8-foto-wajib-di-tahun-pertama-kuliah)

HA! Bukan kaya gitu! Kalau kalian yang udah pernah ngerasain, pasti tahu, bukan kumpul angkatan seperti itu yang ku maksud. Ya, aku enggak akan menyangkal, bahwa menurutku, untuk sebagian orang, hal-hal tersebut adalah buang-buang waktu. Bahkan buang-buang masa depan.

Menurut ku ikut kegiatan kumpul angkatan, forum, bikin acara wisuda, masuk himpunan, jadi ketua himpunan itu bukan selalu pencapaian/keputusan yang baik. Hidup ini adalah perjalanan, ada hal yang lebih penting sebelum kita berbicara mengenai apa saja yang kita lakukan selama perjalanan tersebut.

Hidup Adalah Perjalanan. (Sumber: https://komiruddinimron.com/2017/10/18/tausiyah-perjalanan-jauh/)

Bukan masalah kamu masuk himpunan, memulai bisnis, atau kupu-kupu untuk belajar di kosan. Masuk himpunan, memulai bisnis, dan belajar itu hanya sebagian kecil dari perjalanan kita. Kalian bisa belajar terus menerus selama 4 tahun sampai kalian lulus dan tidak membuat satu teman sama sekali. Kalian bisa aktif di himpunan selama 4 tahun sampai kalian lulus hingga memajukan lingkungan sekitar. Tetapi setelah kalian lulus, hidup terus berlanjut, perjalanan masih panjang. Hal yang paling penting bukan hanya apa yang kita lakukan selama perjalanan. Satu hal penting yang sering kita lupakan adalah tujuan akhir dari perjalanan kita.

Hidup Itu Penuh Pilihan. (Sumber: https://imgflip.com/i/271b6u)

Hidup itu penuh dengan pilihan, sama seperti perjalanan, kalau kita gak tau kita mau kemana, kita bisa tersesat. Sama kaya pilihan untuk buka bisnis, jadi akademisi, atau masuk himpunan. Bukan mengenai pilihan mana yang kamu pilih, tapi pilihan mana yang signifikan membantu kamu mencapai tujuan kamu. Jalan mana yang paling tepat untuk sampai ke tujuan akhir kita.

Jadi, menurutku hanya akan buang-buang waktu jika masuk organisasi mahasiswa, memulai bisnis, atau belajar setiap malam bukan merupakan hal yang benar-benar kamu ingin/butuh lakukan. Sama seperti temanku, membuka usaha tersebut (kafe) merupakan salah satu mimpinya, menurutku itu jalan yang lebih tepat buat dia, dibandingkan jika aktif di himpunan. Mungkin, masuk ke himpunan hanya akan memeperlambat perjalanannya.

Sebelum kalian memutuskan untuk melakukan sesuatu dalam hidup kalian, sebaiknya kalian selalu tahu kenapa kalian memutuskan hal tersebut. Kalian selalu tahu kemana perjalanan kalian. Apakah jalan yang kalian ambil tersebut merupakan jalan yang benar untuk mencapai tujuan akhir?

Jangan sampai suatu hari kalian menyesal karena baru menyadari bahwa hal yang kalian lakukan selama ini tidak membantu untuk menjadikan diri kalian apa yang kalian inginkan dimasa yang akan datang. Memulai bisnis bisa saja menjadi jalan yang tepat, contoh: jika kalian bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dimasa depan. Saat kalian sudah memiliki modal (Wawasan, koneksi, dsb. Bukan hanya uang) yang cukup untuk memulai bisnis, untuk apa kalian membuang waktu kalian untuk masuk ke himpunan?

Sama halnya dengan masuk ke himpunan. Keputusan tersebut bisa saja menjadi jalan yang tepat, contoh: jika kalian bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha, tetapi belum memiliki modal yang cukup. Masuk ke himpunan bisa jadi jalan yang tepat, karena (biasanya) dengan masuk himpunan kita akan mendapatkan banyak kenalan dengan berbagai orang dengan berbagai macam latar belakang. Bukan tidak mungkin kita menemui seseorang yang akan menjadi partner bisnis kita di masa depan.

Jalan ada banyak, namun yang lebih penting sebelumnya adalah tahu mau kemana kita berjalan. Jika kamu mau ke Jakarta dari Bandung, tidak masalah kamu mau lewat tol cikampek, lewat puncak, atau jalur alternatif lainnya. Yang lebih penting, apa yang menjadi tujuan kamu? Sampai ke Jakarta dengan secepat mungkin? Sampai ke Jakarta dengan membawa oleh-oleh? Sampai ke Jakarta dengan …? Kamu yang tentukan sendiri.

Jadi apa selanjutnya? Tentukan apa tujuan hidup kalian. Cari tahu apa yang paling kamu inginkan di dalam hidup ini. Hal apa yang harus kalian selesaikan dalam hidup sebelum kalian mati. Percaya, masuk himpunan, membuka bisnis, kupu-kupu belajar di kosan, atau pilihan lainnya, tidak akan menjadi perdebatan yang sulit jika kalian tahu kemana arah perjalanan kalian.

Hal-hal besar seringkali datang bukan hanya karena usaha yang besar. Dibalik kegigihan, motivasi, kerja keras yang menghasilkan hal-hal yang besar terdapat sebuah tujuan, mimpi, atau ambisi. Jangan takut untuk bermimpi, jadilah apapun yang kalian inginkan dihidup ini. Ambisi itu bukan suatu hal yang memalukan, ambisi itu sama seperti mimpi, dengan ambisi kamu bisa mendapatkan motivasi yang lebih untuk mencapai sesuatu.

Semoga setelah membaca ini, kalian yang belum tahu apa tujuan, mimpi, atau ambisi kalian di dalam hidup ini, dapat mulai menemukannya. Tidak ada kata telat untuk bermimpi. Selama kita mau bekerja keras untuk mencapai sesatu, niscaya kita pasti akan dapat meraihnya.


Terakhir, mengutip dari lirik lagu Avicii, The Nights:

One day you’ll leave this world behind, so live a life you will remember.

Jangan buang waktu kalian, bingung mencari apa yang kalian ingin. Hidup bukan tentang mencari, tetapi tentang menciptakan diri. Karena hidup cuman satu kali, hidupilah kehidupan yang tidak akan kalian lupakan.

Bonus Wallpaper.

Alman Julhijan

Written by

Berbagi dari pengalaman | contact: almanjulhijan@gmail.com

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade