Book Review : 4 Tipe Entrepreneur Sukses, Kamu dominan Tipe yang mana?

Mau sedikit share hasil bacaan semalam. Dari kolom book review-nya Majalah SWA. Sebenarnya ini edisi telat baca. Karena review bukunya di ulas sejak 2013 di majalah SWA edisi AGENDA CEO. Tapi semoga saya gak termasuk telat belajar. Hehe.
Nah dari buku HEART, SMART, GUTS and LUCK ini setidaknya dapat memberikan gambaran kepada kita mengenali Profil khas kepemimpinan seorang entrepreneur yang sukses mulai dari Karakter, kebiasaan, ciri khas, kebijaksanaan, dengan tujuan mendalam memberikan self -awareness kepada pembaca . Selanjutnya saya kutip aja langsung dari hasil review Penulisnya majalah SWA.

Hipotesis awal kunci kesuksesan dalam mendirikan bisnis adalah smarts, guts, dan luck. Dan dalam perjalanannya, para penulis buku ini menemukan bahwa heart juga berperan sangat penting. Semua pengusaha dan pendiri bisnis yang mereka kenal pasti memiliki satu dari kualitas tersebut. Mereka kemudian membuat profil HSGL(HEART, SMART , GUTS AND LUCK) yang disebut entrepreneurial Aptitude Test untuk membantu para pembaca mengenal profil mereka . Profil ini juga dapat dikerjakan disitus web www.hsgl.com. Profil ini hampir sama denga profil kepemimpinan seseorang. Namun ini tidak akan menyatakan apakah seseorang memiliki cukup heart , smarts, guts ataupun luck untuk sukses dalam bisnis. Tetapi profil ini menunjukkan mana yang lebih dominan.
HEART: Sangat sedikit bisnis sukses yang dibangun oleh pendiri yang tidak memiliki heart(hati). Semua orang dapat memiliki ide , tetapi heart yang akan memberikan akar kepada ide tersebut. Meski heart saja tidak membuat sebuah bisnis sukses. Sebuah bisnis akan kehilangan arti, tujuan dan budayanya tanpa heart pemimpinya. Inilah masalah kebanyakan kita. Terutama yang memiliki latar belakang bisnis. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk membuat perencanaan daripada melihat ke dalam diri akan purpose dan passion yang menjadi dasar visi yang besar. Inilah yang membedakan founder yang sejati dengan orang yang ingin menjadi pendiri. Hasil akhirnya adalah dunia lebih menghargai pendiri sejati. Pendiri sejati umumnya memulai , mengesekusi dan menang dengan ide yang besar tanpa merencanakan jalannya secara sistematis. Mereka memulai bisnisnya dengan trial and eror yang penuh dengan passion, bukannya dengan pemikiran yang mendalam. Bahkan buku ini dengan jelas meyatakan 70 % of founders with successful exit started without plan.
Para entrepreneur yang memulai dengan heart memiliki 3 karakter yang khas. Yakni memiliki purpose dan passion, pengorbanan dan rasa cinta yang mendalam , serta cahaya yang memancar dari hati yang membedakannya dengan kompetitor lainnya.
SMART : Tipe yang didominiasi oleh smart adalah tipe yang berdasarkan fakta dan rasio untuk mengarahkan bisnis dengan menentukan tujuan, melakukan delegasi, membuat sistem yang akuntabel, membuat strategi, dan menekankan pentingnya kinerja. Smart dapat diartikan cerdas secara akademis, pandai menjalin hubungan antar manusia, street smart ataupun kreatif. Pada dasarnya smart adalah kemampuan mengenali pola. Contoh paling gampangnya Meg Whitman yang membangun Ebay dengan pengalamannya sebagai mantan konsultan Bain& Co. Contoh lainnya Jeff Bezos , bankir investasi yang tidak bekerja di industri buku tetapi melihat peluang di bisnis penjualan buku melalui internet dengan menganalisis barang yang paling laku dijual dengan mail order.
Berbeda dari tipe yang disominasi heart, tipe smart memakai data untuk mengambil keputusan : pasar manakah yang terbesar , dimanakah titik rawannya ataupun blue ocean strategy kita? Walaupun tipe smart ini berbasiskan data, IQ yang berdasarkan otak semata merupakan kualitas yang paling akhir dalam kesuksesan berbisnis. Hampir semua entrepreneur dan pendiri bisnis yang sukses pasti memilki street smart, People smart, dan juga creative smart hampir semua manusia pasti memilki IQ minimal untuk membangun bisnis.
GUTS : Tipe ketiga adalah yang berbasiskan keberanian (guts) memulai bisnis membutuhkan keberanian bertindak. Menerima resiko, dan mencoba sesuatu yang baru. Bila semua orang hanya memilki passion dan purpose dengan otak yang brilian tetapi tidak memiliki keberanian bertindak, niscaya tidak akan ada kemajuan sama sekali.
Keberanian disni bukanlah berarti keberanian mencari resiko , melainkan keberanian memulai mengejar tujuan dengan mengerti, menerima dan mengelola resiko yang ada dalam sebuah keputusan yang diambil. Persamaan antara astronot , pengusaha dan atlet berkinerja tinggi adalah mengerti dan menganalisis resiko yang ada ditangan sehingga dapat belajar untuk memitigasinya . Para entrepreneur menghadapi risiko bukan dengan senyuman yang mengejek resiko tersebut. Tetapi dengan pelatihan , manajemen, dan kesadaran diri yang tinggi.
Ada tiga tipe keberanian yang dibutuhkan dalam sebuah bisnis. Keberanian memulai, keberanian bertahan, dan keberanian berubah. Keberanian dalam konteks waktu juga dapat dibedakan menjadi keberanian secara longitude (jangka panjang) dan secara episode.
Walaupun bukan dalam konteks bisnis. Contoh keberanian longitude adalah Nelson Mandela yang menghabiskan 27 tahun sebagai tahanan politik dan kemudian terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan. Dibutuhkan keberanian jangka panjang untuk menghadapi kemunduran , ketidakpastian serta oposisi.
Keberanian secara episode adalah keberanian mengambil keputusan yang berat tetapi benar pada saat menghadapi moment of truth. Bill Gates dan Mark Zuckerberg berani keluar dari Harvard untuk mengikuti impian mereka. Keberanian tersebut bukanlah keberanian yang buta, tetapi kemampuan meletakkan rasa takut ke dalam perspektif yang benar.
Biografi para entrepreneur yang sukses biasanya memilki suatu waktu , pertemuan, titik balik ataupun pertemuan dengan orang. Tempat atau benda yang mengubah jalan hidupnya selamanya.
LUCK : Luck merupakan perpaduan dari luck attitude dengan lucky network. Manusia yang beruntung adalah manusia yang mampu memadukan rasa rendah hati dengan rasa keingintahuan secara intelektual dan optimisme.
Sesukses dan seberapa berkuasanya mereka, manusia yang luck pasti memiliki rasa rendah hati yang memadai. Selanjutnya karena mereka masih rendah hati, mereka memiliki rasa keingintahuan secara intelektual serta mempertanyakan semua norma yang ada. Mereka membaca, mengeksplorasi , mendiskusikan dan memperdebatkan semua hal untuk meningkatkan kemampuan mereka serta mempertanyakan semua perspektif yang ada. Karena keingintahuan dan mempertanyakan lingkungan, mereka menjadi mampu menangkap kesempatan yang ada. Apakah Alice beruntunng sehingga menemukan Wonderland ataukah dia penuh rasa ingin tahu dengan mengikuti kelinci putih sehingga menemukan wonderland? Dia beruntung menemukan kelinci putihnya, tetapi rasa ingin tahunya mengikuti kelinci tersebut yang membawanya menemukan wonderland.
Selain itu, manusia yang berorientasi pada luck memiliki rasa optimisme yang tinggi sebagai sumber energi dan kepercayaan untuk mengubah rasa haus secara intelektual menjadi kenyataan. Singkat kata, manusia beruntung karena memiliki rasa rendah hati, rasa ketertarikan secara intelektual dan optimisme yang saling berkonspirasi dengan alam semesta untuk menarik kekuatan dan event yang positif.
Sebagaimana diutarakan penulis buku ini, tujuan buku ini adalah memberikan self — awareness dalam hal membangun dan melanjutkan bisnis serta memberikan kebijaksanaan, studi kasus dan kebiasaan yang dibutuhkan agar sebuah bisnis bisa sukses atau menjadi lebih baik. Dari sudut pandang itu dapat dikatakan buku ini berhasil mencapai tujuan tersebut. Selain itu , buku ini juga memakai gaya bahasa yang ringan dan dapat dijadikan sebagai bacaan santai.
Buku ini merupakan hasil kolaborasi 3 penulis dengan pengalaman sebagai entrepreneur , konsultan manajemen dan manajer senior yang luar biasa. . Athony Tjan sebagai lulusan Harvard Business School dan Mantan konsultan MC Kinsey serta pendiri Zeffer. Salah satu perusahaan penasihat dan pengembang internet pada 1997. Richard Harrington , ex CEO Thomson Reuters, dan Tsun Yan Hsieh mantan Direktur Pengelola Mc Kinsey Kanada & Asean.
Sumber : Dikutip dari Majalah SWA XXIX . 2013 Edisi AGENDA CEO 2013