Sebatang Pagi

“Sebatang Pagi”

Merebus indomie
Untuk santap pagi, siang dan seterusnya
Kita butuh rokok untuk berpikir
Bukan bahan baru untuk disindir
Sementara puntung sudah jadi penuh
Paru-paru melahir kelabu

Wan, kau bunuh diri
Kudengar anjingku bergonggong
Yang kujawab dalam kekeh:
Aku merampok bebas, anjingku
Dari pasar bosan yang kusebut hidup

Dan kalau bumi menakdirkanku sebentar
Biarkan aku selamanya dalam terbentar
Menunda waktu yang kan segera jadikan tiada

Saat kejar masih di separuh jalan,
Salahkah merasa semua?

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.