Ngopi

Siang ini saya membeli waktu yang berbentuk segelas es kopi susu dengan nama bak bintang film kalau kata Andrea Hirata. Seperti ritual-ritual ngopi sebelumnya, saya mengikutsertakan melamun dan mendengarkan musik dalam jadwal. Hari ini playlist lagu coffeeshop ini sedang buruk-buruknya. Saya memang bukan pelanggan reguler disini-karena tidak mampu mengeluarkan uang 60 ribu sekali ngopi-tapi saya tahu biasanya setiap saya kemari playlist lagunya memang tidak bagus, tapi ya tidak jelek-jelek amat, tapi hari ini terburuk. Menurut saya playlist lagu sebuah coffeshop merupakan hal yang penting yang kadang menjadi faktor yang bisa mendukung untuk “perkawinan” coffeeshop dengan pelanggannya. Akhirnya untuk mendukung ritual saya, saya memutuskan untuk menyumpal kedua lubang telinga ini dengan lagu-lagu dari album Ports of Lima, tetap sambil melamun.

Saya duduk disebuah meja untuk berdua dekat jendela yang mengarah kedalam mall. Ya, saya ngopi di mall. Diluar sedang ada pameran mobil, entah mengapa bukan pameran tanaman hias, mengapa juga harus tanaman hias? Karena saya suka dan murah, tidak perlu dicicil sampai 5 tahun dan bisa memperbaiki kualitas udara, sehingga bagi perokok seperti saya ini banyaknya tanaman bisa mengurangi rasa bersalah saya karena telah turut serta mengotori udara, sedikit. Tapi sepertinya manusia lebih suka menghirup karbon monoksida serta karbon-karbon lainnya dan tercekik utang selama 60 bulan lamanya asal bisa dipandang orang lain. Pengakuan, harusnya sudah masuk kedalam daftar kebutuhan primer manusia bersama makanan dan minuman.

Hari ini ramai sekali, selain karena pameran mobil letak coffeeshop ini yang dekat dengan pintu keluar membuat saya bisa melihat banyaknya orang yang keluar masuk mall. Setidaknya hiburan saya sekarang tidak hanya berasal dari suara Ade Paloh saja, tapi dari melihat ekspresi orang-orang yang membawa trolly, bocah lari-lari, abg-abg yang masih mencari jati diri, pasangan yang baru menikah 3 hari maupun yang sedang kesal dengan pasangannya berhari-hari, dan i i lainnya yang sulit saya temukan kata-katanya untuk menjaga kalimat ini tetap berima-fuck it, actually.

Disebelah saya duduk pasangan muda yag sedang sibuk dengan pekerjaan dan gadget masing-masing. Hanya bertukar tatap tanpa turut bertukar senyum apalagi kata. Melihat mereka kenapa jadi saya yang merasa kesepian? Mungkin ini yang dimaksud Celine dalam film Before Sunset, It’s better to be alone than sitting next to your lover and feel lonely”.

Tapi setidaknya mereka masih beruntung ketimbang saya, karena dengan jumlah orang yang tidak terbilang sedikit disekitar saya dan riuh-rendah suara yang masih sayup-sayup terdengar dari celah-celah earphone ini saya merasa sendirian.

Like what you read? Give Amanda a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.