Bangunkan aku —saat asa menjadi nyata

Aku lelah.

Biarkan aku terlelap.

Sebentar saja.

Di bahumu.

Ini asa – aku yang paling paham. Rasamu bukanlah milikku. Bagaimana bisa aku memiliki pundakmu?

Lantunkan lagu untukku – aku menyukai lagu Living in Your Eyes

Tak perlu terlalu lantang. Cukup pelankan suaramu. Aku ingin kau mengetahui setiap bait dalam lagu itu adalah rasaku.

Ini juga asa – Aku masih sangat paham.

Bagaimana bisa aku menikmati suaramu saat ragamu bahkan bukan milikku.

Selanjutnya apa?

Tidak ada lagi yang bisa kuketikkan. Karena pada nyatanya tidak ada asa lagi.

Jadi biarkan saja. Aku masih ingin menikmatinya


Masih dalam kondisi tidak waras, 16.30