Bangkiriang

Berapa lama usia kegaduhan?

Kita sering kali bertanya-tanya tentang ini, nasib maleo-maleo yang kehilangan rumah dan tumpe yang kekurangan telur.

Mungkin kita hanya bisa menangis untuk hantaran yang tak seberapa setiap kali perahu berlayar menuju Banggai. Sedang Tomundo dan lima Bosanyo tak pernah menerima kesedihan.

Bangkiriang hanya mengirim resah dan air mata, membiarkan cakalele berhenti di gerak ke dua belas.

Tanah adat yang tabah sepertinya hanya dongeng yang basi. Sebab jaman tiba dengan gagah di depan Bangkiriang dengan mesin-mesin bersuara guruh membungkam teriakan anak-anak Banggai.

Tapi selama laut masih melayarkan tumpe hingga jauh ke keraton, Bangkiriang masih akan bertahan menjadi rumah untuk masa lalu.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated ama achmad’s story.