Bole Bagitu?

Bercerita tentang ini membuat saya cukup kangen. Padahal jarak saya dan teman-teman yang luar biasa ini cuma selemparan wa (istilah apa ini, saya sendiri bingung). Tapi tiga hari yang super sibuk itu bikin kami lengket macam permen karet yang sudah terlalu lama dikunyah.

Saya tak perlu menyebutkan nama-nama di sini, sebab jika mereka membaca ini, mereka akan tahu bahwa merekalah yang saya maksud. Mulai dari ngurus pembicara, bolak balik tempat kegiatan sampai dini hari, angkat air dan becandaan yang telampau lucu untuk sekadar dilupakan.

Love and hate begitu jika meminjam istilah teman saya yang satunya lagi. Suka curhat si ini tuh begitu, si itu tuh begini, pada akhirnya kami akan kembali lagi saling support dan bekerja untuk kegiatan.

Sampai akhirnya kegiatan sukses meski “ujian” yang diberikan cukup sulit (if you know what i mean, colek kalian semua). Sampai akhirnya kita pulang dengan mata bengkak karena kurang tidur, kaki sakit karena bolak balik naik tangga dan tentunya kepuasan yang luar biasa.

Tak ada yang bikin lega selain acara ini sukses. Selebihnya saya cuma membayangkan kita akan lebih kalangkabut dan capek dan kurang tidur luar biasa untuk FSB 2017.

Ah akhirnya saya cuma bisa bilang, i love you full. Bole bagitu?

**berpelukan**

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.