Di Jalanan Roma (dedy tri Riyadi)

Di depan peta kota, ia mencari diri di antara biara dan toko suvenir & alat upacara.

Ia ingin mencairkan sebuah tanya membara – Selain pesta, piza, dan pasta, kota ini dibangun dari apa?

Sungai dan benteng kota tak pernah ingin disungkup dingin belaka, di sepanjang jalan ia hirup wangi dari kedai kopi dan bunga.

Menjelang piaza, seorang Afrika menyapa – Salam, Saudara! Jagung untuk burung dara?

Di depan gereja, ia mencurigai – tadi, di antara biara dan toko suvenir & alat upacara,

ada yang telah menyelinap pergi, sebelum seseorang bertanya: Dove vuoi andare?

2016

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.