Ebee, Yuu dan Yuubehh

“Ebee nga ini.”

“Yuubehh kenapa bagitu?”

Berjalan ke Sulawesi Tengah tepatnya di Luwuk, Kabupaten Banggai, kalian akan menandai kota ini dengan tiga kata itu; Ebee, Yuu dan Yuubehh.

Saya menulis ini karena merasa tergelitik, sebab sepengetahuan saya, kata ini cuma ada di Luwuk. Kata-kata ini menjadi ciri khas orang Luwuk. Identitas yang melekat dalam ucap. Kau pakai Ebee berarti kau orang Luwuk atau paling tidak pernah di Luwuk.

Menurut teman saya (julukannya adalah Ivan Lanin), Ali Sopyan, ketiga kata ini adalah jenis kata seru. Menurutnya Ebee digunakan ketika kita ingin menyerukan keheranan yang lebih menuju ketidaksetujuan. Sedang dalam bentuk yang lebih singkat dan nada yang disentak; Beh, bahkan bisa digunakan sebagai bentuk ketidaksukaan atau penolakan terhadap ajakan, ide atau gagasan lawan bicara.

Ebee ada di semua percakapan-percakapan di mana pun. Saya ingat satu waktu saya keluar kota (masih di Sulteng) dan di sebuah toko tanpa sengaja mengucapkan kata Ebee, kasir toko tersebut langsung bilang: “orang Luwuk ya.” Itulah kenapa Ebee ini menjadi identitas ucap orang Luwuk.

Lalu ada kata Yuu. Kata ini diucapkan dengan sedikit penekanan di akhir. Menurut Ali, Yuu adalah kata seru yang digunakan untuk menyatakan keheranan yang lebih netral dan tanpa tendensi. Sekalipun juga bisa digunakan sebagai bentuk ketidaksetujuan terhadap sesuatu yang dilihat atau menyatakan ketidaksetujuan terhadap lawan bicara, namun dengan kadar yang lebih ringan. “Yuu bukan bagitu.” Penggunaannya seperti itu ketika kita merasa perlu mengungkapkan ketidaksetujuan.

Lalu ada Yuubehh. Kata ini mulai akrab di telinga saya setahun belakangan. Kata gabungan dari Yuu dan Ebee. Meski merupakan dua kata gabungan, Yuubehh menurut Ali lebih condong ke Ebee.

Ebee mungkin juga kata yang diajarkan pada balita (balita yang sedang belajar bicara) di Luwuk. Sehingga tak sulit menemukan balita yang sedikit-sedikit bilang Ebee. Saya membayangkan di Hogwarts (jika memang ada) balita mungkin diajarkan mengucapkan Lumos. Atau jika di Malaysia, kata pertama yang diajarkan pada balita adalah “betul-betul” (diucapkan dengan dialek seperti pada film Upin Ipin).

Begitulah saya agak susah mendefinisikan Ebee dan kata lainnya tadi. Sehingganya saya minta Ali untuk mendefinisikan. Besok jika akan membahas kata-kata khas dari Luwuk atau dari mana saja, saya pasti akan bertanya lagi padanya.

Jadi jika memungkinkan kau datang ke Luwuk, dengarlah begitu banyak Ebee di mana-mana. Atau jika sesekali di keramaian di mana pun (peluangnya tipis sekali) dan kalian mendengar seruan Ebee dan dua kata lainnya, ingatlah kembali catatan ini bahwa pengguna Ebee, Yuu dan Yuubehh adalah orang Luwuk.

(Ditulis sambil berupaya meredakan batuk. Terima kasih Ali Sopyan untuk definisinya. Jangan bosan untuk ditanya-tanya lagi)

Show your support

Clapping shows how much you appreciated ama achmad’s story.