Hamaa eee

Kaget dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah terperanjat atau terkejut karena heran. Dalam percakapan sehari-hari kita sering mendengar dan melihat reaksi orang-orang ketika terkejut. Lebih ke sini, perasaan terkejut juga gampang diekspresikan lewat emoji khusus di media sosial (menyangkut percakapan di media sosial).

Saya membayangkan di tiap-tiap kota di Indonesia yang beragam ini, ekspresi kaget karena heran akan berbeda-beda. Di Luwuk, kota pantai dan gunung ini, orang-orang cenderung berbicara dengan cepat, intonasi suara yang tinggi dan ekspresif. Maka ungkapan kaget sekaligus heran orang-orang kota ini juga khas.

“Muhamaa depe rumput so tinggi skali.” Ini kalimat terkejut khas Luwuk. Kalimat ini diucapkan dengan intonasi lumayan tinggi dan tentunya ekspresi yang mendukung. Kalimat di atas diucapkan karena melihat rumput liar tumbuh tinggi dan tidak dipangkas.

Kata Muhamaa di atas selalu digunakan orang-orang di kota ini untuk mengekspresikan perasaan terkejut dan heran terhadap sesuatu. Atau kadang orang-orang menggunakan Hamaa saja. Contohnya: “Hamaa depe oto pe banyak.” Kalimat ini juga adalah bentuk lain dari ungkapan terkejut.

Menurut, Ali Sopyan, kata ini Muhamaa(‘/k) atau disingkat Hamaa(‘/k) adalah derivasi dari potongan kalimat dalam syahadat. Dengan proses perubahan; Muhammada Rasulullah – > Muhama darasulullah –> Muhamaa – > Hamaa.

Kadang juga kata itu disebutkan lengkap tapi lebih sering diucapkan dalam bentuk singkat Muhamaa atau Hamaa. Dari hasil diskusi dan bertanya, sebaran penggunaan kata ini lumayan luas. Palu, Buol, Ampana, Banggai Laut, Bangkep, Taliabo (daerah Maluku Utara) dipastikan memakai kata tersebut untuk mengungkapkan perasaan terkejut.

Kemudian ada kata “Bukan Mainyang diucapkan dengan bunyi “bukan maen.” “Bukan maen kamu ini, so tau-tau puasa, kamu baonyop siang-siang.”

Bukan maen juga adalah bentuk ungkapan kaget sekaligus heran yang lebih kepada perilaku orang lain. Penggunaannya seperti pada kalimat di atas. Kalimat di atas itu sendiri mengandung makna menyatakan terkejut dan heran atas tindakan orang lain, bahwa orang di hadapannya tidak puasa di saat yang seharusnya mereka berpuasa. Meski kata ini sering dipakai dalam menyatakan perasaan kaget dan heran, tapi umumnya penggunaannya lebih sering dalam hal-hal negatif.

Lalu ada kata khas lagi untuk ungkapan heran yang mungkin hanya digunakan di Luwuk. “Yaa ilaa ngana ini pe matongot skali.” Kalimat tersebut artinya: Yaa ilaa, kau terlalu pelit. Kemungkinan besar Yaa ilaa ini adalah kata bahasa Arab yaitu Yaa Illah atau yaa Tuhan. Kemudian bergeser maknanya dan akhirnya digunakan menjadi ungkapan untuk terkejut dan heran.

Ali Sopyan berpendapat sekaligus menerka (sebab belum sempat melakukan survei dan riset) bahwa kata ini hanya terbatas digunakan di Luwuk.

Kemungkinan lain adalah kata Yaa ilaa memiliki persamaan makna dengan kata Yaa elah atau Ah elah. Yang di tahun-tahun terakhir mengalami pergeseran ucap karena dipengaruhi tren sehingga kita lebih sering mendengar orang-orang Jakarta mengucapkan Yaa oloo atau Yawla.

Nah jika kemungkinan kalian tahu ada kota lain yang menggunakan Yaa Ilaa untuk ungkapan terkejut dan heran, kalian bisa beritahu saya.

(Tulisan ini berdasarkan diskusi bersama Ali Sopyan. Ditulis untuk mengejar kantuk.)

Show your support

Clapping shows how much you appreciated ama achmad’s story.