Kau dan cinta yang baik

Ini bukan surat atau puisi. Ini hanya catatan untuk sedikit mengenang. Saya tak pernah bertemu langsung denganmu. Tapi sepenuhnya saya yakin, kau orang baik. Lupa awalnya bagaimana hingga kita bisa berkenalan, sesekali berbalas puisi atau menyapa lewat kotak pesan.

Mengingatmu adalah membayangkan surat-surat panjang untuk seseorang yang kau tulis di malam-malam hening atau puisi-puisi syahdu yang menyuarakan banyak rindu. Ada banyak cinta di sana, cinta yang tabah dan cinta yang sendiri.

Selama ini saya tak mengerti kalimat cinta yang baik yang sering digunakan orang-orang itu. Sampai setelah pergimu, saya menemukan catatan-catatan berupa puisi, surat dan yang lainnya untuk seseorang yang kau sebut bunga liar. Ah ya saya akhirnya paham, begitulah memang seharusnya cinta yang baik. Mencintai tanpa memaksa. Hanya cinta, cuma cinta.

Ya, cinta, katamu, adalah perasaan-perasaan yang datang tanpa permisi. Cinta juga adalah membebaskan. Kau memilih untuk mencintai dengan caramu. Memandang dari jauh tapi tetap baik-baik saja dan ikut bahagia. Dulu saya tak pernah percaya hal ini, tapi setelah mengenalmu, saya tahu begitu seharusnya cinta.

Selamat jalan, Indra. Saya percaya di pelukanNya yang maha cinta, kau tertidur dalam damai.

Terima kasih untuk puisi-puisi dan pertemanan yang menyenangkan.

Selamat jalan.