tentang secangkir kopi

Kau menyeduh dua sendok kopi tanpa gula ke dalam cangkir yang ujungnya retak.

Di dalamnya kau menyimpan warna hitam langit dari sebuah musim semi yang cacat.

Pahit barangkali adalah kata sifat yang terlanjur kau kenali. Huruf-huruf yang menjadi judul pada draf catatan yang tak berhasil selesai.

“Tak ada yang berubah di sini” katamu. Kecuali gerimis yang tiba-tiba dan tiup dingin yang meletakkan gigil di permukaan cangkir kopi itu.

(Sajak lama yang tak sengaja saya temukan ketika buka file puisi)

Like what you read? Give ama achmad a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.