Aku Malu

Ya Allah aku malu..
Aku malu pernah mengemis namanya dihadapan-Mu.
Aku malu pernah mengharapkannya menjadi pendampingku.
Dan aku malu dengan semua bentuk penghianatanku kepada-Mu..
.
Tuntun aku kembali Ya Rabb..
Kembali menutup pintu hati ini & aku tidak ingin namanya tinggal dalam benakku..
Ku mohon penuhi kembali hati ini akan kecintaanku kepada-Mu & aku hanya ingin nama-Mu saja yang memenuhi setiap celahnya..
.
Maafkan aku memang bodoh..
Saat itu aku membiarkannya masuk tanpa permisi & mengisi setiap ruang kosongnya.
Aku biarkan dia ada dalam setiap urusan hidupku, aku berani mencampur adukkan yang haq dan yg batil..
.
Sungguh aku menyesal..
Seharunya dari awal aku sudah tahu bahwa hadirnya hanyalah ujian untukku.
Namun semua aku pungkiri..
Aku terlalu egois & terburu-buru menyimpulkan maksud-Mu.
.
.
Sudah aku lelah..
Aku tidak bisa berlama-lama mengikuti maunya, dengan semua harapan yang dibuat-buat tanpa kepastian yang tidak pernah berujung.
.
Akhir cerita aku menderita..
Derita yang ku buat sendiri, aku mestinya paham & aku bukanlah wanita seperti yang ia harapkan. 
Aku tidak ingin bertahannya diriku membuat dia yang telah berkasih ikut menderita pada posisinya..
.
Sudahlah untuk apa aku sedih..
Sedangkan di sana dia telah sibuk merencanakan hari bahagianya.
Aku lupa bahwa diriku juga berhak bahagia, aku kacau kalau dulu aku terlalu mengharapkannya datang sampai-sampai aku mengacuhkan mereka yang pernah bertamu.
.
Biar kini aku sendiri..
Menikmati setiap tarik & hembusan nafasku tanpa hadirnya.
Aku harus bangun dari mimpi-mimpi burukku & mulai membuka mata sebab hidup harus tetap berlanjut..
.
Lihatlah wahai hati..
Cinta & kasih Allah selalu mengelilingimu, lantas untuk apa kamu masih merasakan kesepian.
Bersyukur saja dengan semua yang sudah terjadi, karena Allah pernah menghadiri dia untuk menguji apakah kamu mampu setia kepada-Nya yang tidak berupa padahal cinta kasih-Nya itu nyata..
.
Untuk mu yang pernah hadir..
Maaf saat ini aku mundur, aku tidak bisa menyakiti siapapun jadi kurasa biarlah aku saja..
Dan terimakasih karena mu setiap harinya aku belajar untuk semakin kuat..

Like what you read? Give Amelia Iskandar Usman a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.