Dasar

Sesungguhnya kini aku sedang menulis sebuah buku yang di pandu oleh Allah sebagai pedoman dan takdir sebagai batasan.

Perjalanan hidup, tak pernah ada yang tahu ingin nya seperti ini,tapi malah kesitu. mau nya mati di pintu syurga tapi malah lupa berilmu. sesungguhnya aku kini sedang dalam proses, kamu pun. kita sedang dalam proses menulis sebuah buku yang kelak akan kita baca jika telah tiba saat nya.

50.000 tahun sebelum ada kehidupan di dunia. Tuhan telah menuliskan suatu buku besar, ada sebuah benang merah perjalanan hidup seluruh manusia tergambar di dalamnya.

Bukan berarti Tuhan pun mengatur si Fulan masuk syurga , si Fulan masuk neraka… Tidak….. Dia tidak pilih kasih dalam merancang akhir hidup hambaNya. maksud ku …. Syurga — Neraka itu murni ada di tangan manusia.

Pilihan kita untuk menjadi hamba yang lupa karena segala tipu daya dunia atau hamba yang selalu ada di jalanNya. menyadari dunia ini cuma tempat mencari bekal kematian sebanyak-banyak nya.

engkau memang tdk bisa memilih dari keluarga seperti apa engkau di lahirkan, tak bisa pula memilih siapa dan seperti apa takdir yang menempel pada mu. tapi.. engkau dapat memilih untuk menjadi apa diri mu. si Pendosa yang kerap berenang di dalam kubangan khilaf walau sudah tau “kolam kesalahan” itu berbau, hitam dan mematikan. atau, menjadi pendosa yang sadar akan segala salahnya lalu segera beranjak ke kolam persucian yang lebih bening dan bersih airnya.

sekali lagi… syurga itu kita sendiri yang mengusahakan kawan, neraka itu kita sendiri yang menentukan sahabat.. maka, tulislah bab & sub bab buku mu dengan hal baik.

Jika sudah tertulis yang buruk dengan tinta permanen, ikhlaskanlah ….

Tulislah kembali lembaran berikutnya dengan tinta emas dari hasil kebajikan dan ketaqwaan . Integrasikan buku tulisan mu dengan buku takdirNya. sambutlah Qadha dan Qadar mu dengan keiklasan sebagai seorang hamba, “tamat” kan tulisan mu dan syurga sebagai tujuan nya

Duhai Aku, sadarlah … sesungguhnya diri mu sedang menulis sebuah buku kecil perjalanan anak Adam dengan panduan Allah sebagai pedoman & takdir sebagai batasan..

Bertaqwalah… maka kelak engkau tak akan termasuk jadi jiwa yang merugi setelah buku mu di bacakan di hadapan Hakim teradil sepanjang masa ALLAH Azza wajalla

Like what you read? Give Amelia Iskandar Usman a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.