Mengenggam Tabah

Rasanya benar, kita hanya perlu waktu untuk sendiri saja

Mengadu jutaan kejujuran dibilik paling tersembunyi

Menangis sendiri sembari menitikkan nyanyian mistis yang tak pernah ternafikan

Kadang, kita perlu menumpahkan segalanya, perlu bersedih karena tidak bisa menyatukan serpihan bahagia yang ada

Kurasa berpura-pura tertawa cukup melelahkan bukan ?

Siapapun, juga pernah terluka bukan ?

Hanya saja seseorang cukup pintar untuk menyembunyikan, menghiasnya dengan megah agar semuanya tetap baik-baik saja

Ya Allah, aku kembali lagi
Terimakasih telah memberiku tamparan dan teguran yang begitu keras

Hanya Serpihan 13.33

Like what you read? Give Amelia Iskandar Usman a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.