Setengah Senja

Senja ini tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa derap pijakan kaki hujan yang tengah dilalui beberapa orang sembari berlalu lalang

Mereka begitu asyik dengan kesibukan-kesibukan mereka masing-masing, mereka begitu terhibur dengan lawakan-lawakan yang mereka perankan

Sesekali mereka terlihat berantakan dikarenakan diantara mereka memakai topeng yang membuat mereka membatasi kebahagiaan-kebahagiaan

Sementara aku, aku sedang bertanya-tanya ada apa dengan lapis-lapis imanku
Aku terlalu suka menyalahkan diriku sendiri karena menyalahkan mereka sungguh aku tidak mampu

Perlu asupan-asupan nasehat, perlu membaca buku-buku demi mengembalikan waras yang mulai menipis
Aku juga senang berkunjung ketempat-tempat yang pernah dulu ada aku disana
Barangkali juga, ini adalah anestesi bagi sakit-sakit yang ada

Tak perlu khawatir, selama ada Allah, aku juga masih kuat, selama Allah memberi kekuatan untuk tetap berada dijalanNya

Doakan saja, aku bahkan kita semua tetap berada pada jalan sabar dan syukur, karena kutahu, sebaik-baik obat bagi sakit adalah diri sendiri

Tepatnya, prasangka diri untuk sembuh dari sakit itu, untuk bangkit dari keterpurukan itu, untuk bahagia dari segala kesedihan-kesedihan

Aku masih berusaha mengobatinya

Like what you read? Give Amelia Iskandar Usman a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.