Pertiwi

Jika tanah telah tiada

Mungkin beringin tak dapat kokoh lagi

Manusia bahkan menangis tak mampu berdiri

Singa sekalipun tak dapat mengaung

Baginya yang bercocok tanam

Tanah adalah penghidupan

Darinyalah tumbuh benih untuk mengepulkan dapur

Memberi kesyukuran setiap satu masa panen

Hingga senyum dari anak ke-tujuh tetap rekah

Jika semua yang tumbuh berasal dari tanah

Mengapa engkau terus-menurus menggerusnya?

Takkah kau mau hidup seribu tahun lagi?

Engkau sungguh bedebah

Mengisi perut sendiri

Engkau sungguh lupa diri

Yang tersisa sekarang hanya aku, seorang tanah

Aku memiliki hati yang sampai sekarang mengasihanimu

Makanlah manusia, makanlah

Garap aku, zinahi aku

Hingga saatnya aku telah tiada karenamu

Engkau manusia, baru mencariku.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Ameliyah Arief’s story.