Setapak

A'lam Hasnan Habib
Sep 1, 2018 · 1 min read
alalam.ir

Aku selalu percaya. Selalu ada waktu yang tepat dalam menyatakan. Meskipun tidak bisa disebut dengan “sekarang”.

Selalu ada waktu.

Selalu.


Membangun argumen mengenai iya atau tidak.

Bisa dengan sekedar kontemplasi menghadap tembok ataukah dengan menjalani bersama apa yang kita mengerti sebagai “proses”.

Paling penting adalah mencoba mengerti,

mengerti

dan

(saling) mengerti.

Bumi itu bulat, Kekasih. Yang datar adalah jalan menuju rumahmu. Namun, aku masih saja tersandung rasa.

-Sudjiwo Tedjo

Gelandang Tengah

12.06

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade