Setapak
Sep 1, 2018 · 1 min read

Aku selalu percaya. Selalu ada waktu yang tepat dalam menyatakan. Meskipun tidak bisa disebut dengan “sekarang”.
Selalu ada waktu.
Selalu.
Membangun argumen mengenai iya atau tidak.
Bisa dengan sekedar kontemplasi menghadap tembok ataukah dengan menjalani bersama apa yang kita mengerti sebagai “proses”.
Paling penting adalah mencoba mengerti,
mengerti
dan
(saling) mengerti.
Bumi itu bulat, Kekasih. Yang datar adalah jalan menuju rumahmu. Namun, aku masih saja tersandung rasa.
-Sudjiwo Tedjo
Gelandang Tengah
12.06
