Suatu Ketika

Aku ingin berdamai denganmu

Dalam ribuan analogi tentang rindu

Aku ingin berdamai denganmu

Dalam senja dan riuh ramai burung gereja

Aku ingin berdamai denganmu

Dalam peti harta karun yang kau temukan di jalan itu

Aku ingin berdamai denganmu

Dalam firasat yang terus berjalan

Aku ingin berdamai denganmu

Dalam taut lamunan panjang

Ceritakan padaku kisah tentang pelangi yang tumpah di wajahmu suatu sore

Atau tentang gerimis pagi dengan kalimatmu yang bersayap-sayap

Katakan padaku tentang apa saja

Dengan itu aku berdamai dengan diriku sendiri

— A.W.


Surabaya, 24 September 2016

I remember writing that poem, those were the emptiest part of my life when I often found my self struggling and contemplating with my own thoughts at night.