Bahkan Bayanganpun akan Bercerita tentang Dirinya

Seperti dua tumpuk kaki dan tangan yang selalu serasi untuk menunjukkan betapa nyamannya mereka menjadi bagian dari tubuh manusia, begitulah bayangan yang juga tidak pernah bisa berbohong meskipun dia terlihat karena adanya cayhaya.

Matapun tidak bisa berbohong dengan apa yang hendak ia inginkan, dia akan tetap gelap ketikan ia memilih untuk melihat kegelapan meskipun sebagian besar yang bisa ia lihat adalah gemerlap. Maka mata inilah yang enggan untuk bergabung di gemerlapnya kendati itu karena suatu hal.

Tangan yang lincah pun bisa mematahkan kelincahannya ketika ia sedang murung dan ketika ia sudah rapat dan enggan untuk melebar maka ia berarti dingin. Betapa ia yang paling merasakan ketidak adilan karena yang ia perbuat adalah untuk yang lainnya.

Hidung ini adalah jalan kehidupan yang berharga tapi tidak bisa bergerak karena kebijakannya. Ia senantiasa bekerja meskipun ia sendiri tidak membutuhkannya, bagaimana tidak, apakah hidung butuh semua ini?

Memang kepala ini tidak pernah berhenti bekerja ketimbang yang lainnya, tapi memang ialah yang mesti dibanggakan karena kerja kerasnya yang tak pandang dunia nyata atau khayalan. Ia selalu mengajakku kemanapun aku ingin berpijak.

Ceritakanlah semua berjalan lancar. Seperti biasa. Karena

“Sudah lama aku baca dan impikan…” -Pram
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.