Obrolan Tengah Malam

Kemari,
Kuberi tahu sesuatu
Hari ini lebih mudah dari kemarin
Sepertinya kau benar; aku terlalu banyak berpikir, terlalu sering mengarang skenario.
Hari ini aku berhasil.
Sejujurnya, aku menikmatinya.
Sepagi ini aku mandi air hangat dengan tenang, tanpa harus risau soal mimpi itu yang datang hampir setiap malam dan membuat bibirku kering ketika terbangun, seperti memohon — mengemis — untuk oksigen…

Oke

Itu semua hanya ‘mimpi’, kan?

Boleh aku duduk disini?
Aku ingin bersandar di bahumu.
Mungkin sesekali, aku masih merasakannya.
Kadang waktu terasa begitu cepat. Sangat cepat. Semua ketakutanku rasanya akan terjadi besok pagi.
Kadang waktu juga terasa sangat lama. Tidak membuatku bergairah. Melihat wajahku di cermin saja aku jijik. Berbaring di kasur seharian menjadi pilihanku satu-satunya.

Sini,
Berbaringlah denganku.
Aku tak tahu kapan terakhir kali aku sebahagia ini.
Kau tahu? Mereka bilang, orang yang mencintaimu haruslah orang yang menjadikanmu lebih baik.
Menurutku itu tak sepenuhnya benar.
Kitalah yang membuat diri kita sendiri jadi lebih baik.

Tapi orang yang mencintaimu, adalah orang yang menginspiramu menjadi lebih baik.

Dan orang itu adalah kau.

Maafkan aku, aku terlalu banyak bicara.
Bagaimana dengan harimu?