Image for post
Image for post
Tole resident and activist of the Indonesian Forum for the Environment (Walhi) of South Sulawesi on Lake Mahalona. Behind them is the last forest of the Mahalona Lake.

After drinking a cup of coffee, people in Tole Village have a habit of leaving home. They go to the garden to take care of the plants. Just cleaning or harvesting ripe seeds. The average Tole person has dozens of pepper trees.

Tole village in the East Luwu, South Sulawesi, Indonesia is still young. Even so, the status of a definitive village was the result of a solution from Mahalona Village, Towuti District. East Luwu Regent Andi Hatta Marakarma on Thursday 10 January 2018 then inaugurated Talha Malaka as Village Head. Together with him, three new villages were also inaugurated.

The Tole people, as they call their identities, live on the shores of Lake Mahalona. …


Image for post
Image for post
Foto : Hasan Basri

BICARA.ID — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mencatat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah hukummya sepanjang 2018–2019 masih sangat mencengankan. Salah satunya dipicu oleh pernikahan anak dibawah umur atau usia dini.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondany mengatakan, dalam membina keluarga dibutuhkan kematangan emosional. Menurutnya, kasus KDRT selama ini terjadi karena banyaknya pernikahan usia anak yang terjadi. Mereka belum matang dalam berpikir dan bertindak.

“Menikah muda termasuk faktor KDRT, karena mereka belum dewasa secara psikis. Emosi tidak terkendali,” kata Kombes Pol Dicky Sondany melalui telepon selulernya, Minggu (27/01/2019).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan yang diperoleh Bicara.Id, pernikahan anak dibawah usia 18 tahun berada pada angkat 13,34 persen. Lalu 2016, pernikahan anak mengalami peningkatan 19,74 persen dan 2017 tembus pada angka 20,20 persen. …


Image for post
Image for post
Ilustrasi berncana (capture youtube)

BICARA.id — Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin, 22 Januari 2019 diterjang bencana banjir dan longsor. Data bencana terbesar yakni di Kota Makassar, Jeneponto, Gowa, Maros, Pangkep dan Barru.

Bencana memang merupakan kejadian alam yang sulit diprediksi, tetapi tentunya sudah ada upaya-upaya melakukan antisipasi atau mitigasi dari pihak terkait, terutama pemerintah setempat.

Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal memaparkan program mitigasi bencana struktural yang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Deng Ichal-sapaan akrab Syamsu Rizal menyebutkan ada tiga program mitigasi yang dilakukan Pemkot yakni, pembangunan Waduk Tunggu, Saluran Primer di Blok 10 Antang, Revitalisasi Danau Ballangtojong, Antang, Kecamatan Manggala.

“Jadi kami sebenarnya telah membuat mitigasi bencana ini. Namun, partisipasi masyarakat yang masih sangat rendah,” ujar Deng Ichal, saat menjadi narasumber di Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) AJI di Hotel Remcy Makassar, Sabtu (26/1) malam. …

About

Ancha Hardiansya

I’m a Journalist in Indonesia. A big fan of coffee.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store