Mulai dari nol, ya

Andhica Lutfia
Sep 3, 2018 · 1 min read

Selamat sore,

Mengapa semua awal harus ada akhir? Karena awal itu harus dimulai dan akhir harus diakhiri. *apasih

Entah itu pahit manis. Kamu yang menentukannya sendiri. Dengan latar belakang; dengan alasan tertentu.

Hari ini saya mengambil keputusan yang cukup berat, dan saya memutuskan untuk ((((memulai)))))))).

Singkatnya, siang tadi bertemu dengan dosen pembimbing dan sempat bercakap-cakap dengan beliau dan apa kata beliau:

Hal ini itu wajib, entah kapan harus dikerjakan engkau harus mengerjakan, maka dari itu jika tidak dimulai sekarang lalu kapan lagi? Mengapa harus menunggu esok apabila sekarang bisa dilakukan?

Kita tidak mengetahui akan terjadinya hari esok, lakukan yang manfaat selagi kamu masih hidup. So, lets get started!

Menuangkan ide-ide yang hanya di pikiran akan stuck disitu saja tidak berkembang. Harus ada aksi yang membersamainya untuk menghasilkan sebuah akhir yang memuaskan.


Kepuasan merupakan bentuk dari segala usaha yang berhasil. Hal tersebut tidak dapat dicapai hanya dengan waktu yang singkat; butuh effort. I know. Harus berkorban waktu, tenaga dan pikiran. And yash! Action. Ada ide tapi diam saja sama dengan nol.

Dibersamai kekuatan Tuhan, aku yakin aku bisa melewatinya; wish me luck!

Selalu meniatkan segala sesuatu untuk beribadah.

Menunda kesenangan demi kesenangan yang lebih besar.

Tempat berjuang 3:17 PM Yogyakarta, 3 Sept 2018

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade