Two Days Two Months

Dua hari yang lalu ketika kau berada di sampingku, semua yang pernah dilakukan adalah bentuk pendekatan untuk mengenalmu. Mulai dari jemput pindah barang ke tempat lain untuk singgah, bermain domino, hingga menemani dan memperhatikan kamu sedang masak mie. Dan semua cara bukan tanpa arti.

Yach..secara fisik dan fashion memang terlihat cantik, namun tidak pula dilupakan untuk mengenal isi hati, entah betul-betul suci atau berpura-pura suci agar aku tertarik. Entahlah yang pasti saya memandang dan melihatmu dari cara kebiasaan kamu sehari-hari dalam rumah kumuh sederhana yang engkau rehatkan diri dalam kecapean panjang.

Sebenarnya cukup panjang jika saya harus menulis mulai hari pertama sampai terakhir tapi aku akan menulis kisah indah yang kau tuangkan untuk dikenang, sebab engkau adalah matahari dalam kegelapan. Waktu itu hari kedua sebelum pulang, kita sama-sama brangkat ke malimbu. Melihat jembatan tua yang dibangun oleh orang-orang dulu, berdiri memandang laut lepas, pemandang hutan hijau ekskotis, bercampur tiga keindahan pulau kecil, serta cahaya sunset yang menyegarkan hati. Sungguh mengemaskan dan tak ingin kemana-kemana Namun matahari sudah tengelam sorepun berganti malam, lampu-lampu neon besar mulai dinyalakan dan malampun masih indah untuk dinikmatin.

Sekitar pukul 08.00 PM Kita kembali meramu dalam keindahan pantai, kali ini tidak di atas jembatan biru besar itu, tapi langsung berjalan diatas pasir putih yang bersih tanpa sampah organik. Sepanjang jalan canda tawa kebersamaan tetap ada seperti bunyi irama lagu koplo, tidak bisa dibedahkan mana lagu jazz di Happy Café dan suara kita.

Malam itu kita sempatkan waktu, duduk berdua menceritakan segala sesuatu tanpa malu dan ayun-ayun dilihatin oleh teman-teman banyak, seperti orang yang sudah saling kenal dekat sebelumnya. Duduk diatas karet pelabuhan membasahkan kaki, melihat ikan, hingga meminjam pacing untuk memancing. Dan terjadi keharmonisan kebersama mengudang kasih melebihi teman biasa. Aghhh sering nonton FTV dan endingnya pasti jatuh hati.. Teman-teman lainpun begitu. ada yang bermain gitar, bernyanyi lepas tanpa ada teguran orang lain karna bersuara lantang dan keras, ada yang sedang memanas mendekat erat tak ingin lepas hubungan asmarahnya karna keindahan suasana, juga ada yang menyidir teman lain karna lagu menyentuh kisah tentang semua massa lalu hingga menangis tak mampu menahan luka perih yang terjadi di waktu silam.

Sepanjang jalan pulang menuju tempat parkiran motor tidak ada yang lain terbayangi oleh raga, hanya ingin bergonceng dengannya, sebab masih sulit untuk mengenal siapa dia?? Sampai Ia mampu membuat aku terkelepak-lepak merasa nyaman dan bahagia walaupun dekap percakapan singgkat tadi. Namun motor saya ditumpangin oleh teman lain dan malu untuk berkata “BISAKAH KAMU BERSAMAAN DENGAN SAYA” !?

Tidak sempat meminta nomor telponnya untuk bisa dihubungi, saya pikir karna satu rumah bisa saling tukar nomor. Namun tidak ada ruang waktu lebih dan pasti akan menunggu lama, sayapun tidak tahan untuk mendengar suaranya. Mengambil culik nomor telponnya di gengam hanphone orang lain. Setelah mencobah melalui via sms ternyata benar dan seakan merasa cukup dekat ada disampingnya. Hampir setengah romongan teman-teman yang datang seleksi Pertukaran Pemudah Antar Negara (ppan) pada terlelap tidur, tersisah sebagian kecil yang masih bermain gitar dan menonton film.

Malam semakin larut Terkuras tenaga kecapean, lalu perutpun terasa kosong dan meminta untuk di isi. Ia pun pergi mengambil mie indomie untuk direbus, butuh waktu beberapa menit untuk menunggu air mendidik, melihat prilaku dalam mengurus ibu dapur sepertinya sudah terbiasa untuk hal-hal yang berkaitan dengan persiapan makan. Saya cukup mengagumi melihatnya, karakter budaya modernisasi kekinian sangat jarang jika bertemu perempuan sepertinya, memakan meminum yang sealah kadarnya bahkan tidak memandang air gor yang diminumnya. Cukup sederhana menjadi perempuan yang diidealkan!! (begitulah bunyi lelaki)

Masih bisa bercakap dengannya, belum tidur padahal waktu sudah pukul 11.40 PM dan akan menuju waktu pergantian hari. Duduk menyilam dibawah pohon mangga, bercerita seperti halnya mereka yang sudah saling menyanyangi dan mencintai. Bercerita apa saja yang penting nyambung dan bisa happy-Enjoy..

Hari berakhir sebelum berangkat pulang, saya tidak bisa tidur cepat karna masih membayangi aurah prantara wajahnya yang mengemaskan, tidak pula gemuk cantik berbodi sexi namun juga memiliki hati seperti malaikat yang memotifasihkan diri. Terlelap tidur bermimpi indah, mimpi lucu mencium keningnya dan berkata terasa sulit bila harus kembali mengingatmu meski setiap saat kau tak henti menguntitku.

Tidak bisa melihatnya dipagi hari yang cerah, sebab terbangun siang hari pada waktu ia sedang mengoreng tempe dan sayur untuk makan siang. Lagi-lagi saya harus memperhatikan betul pada saat ia memasak, sekirahku hari kemarin adalah hari EKSEN dibikin-bikin untuk aku bisa mempercayainya. menilai dan memandangnya tidak seperti para perempuan cantik, takut tanggan kasar, muka berminyak jerawatan, hingga bauh badan.

Sebenarnya Sore yang Istimewah bisa bergonceng dan bercakap kembali, Namun sama-sama merasa malu. sampai tertundah untuk melihat keindahan pantai ampenan yang disunguhkan oleh pemandangan dan kopi pahitnya itu. Sendiri yang tidak bisa hadir untuk ikut, hanya bisa tunggu pulang atas kekecewaan. Bukan salah saya, juga bukan salah kamu ?? lalu siapkah yang salah..hmmmm entahhlaahhhh. Oleng-Oleng.

Kembali kepantai, sayapun harus pulang dari Kedai Kalikuma tempat biasa saya bersabtu malam dengan orang-orang Inspiratif, seperti penulis buku T-1815, Penerbit buku, desainer, dan motivator orang banyak sehingga aku dapat membedahkan ini huruf dan bukan anggka. Begitulah kirahnya hidup ini !!!!

Pulang dan bertemu dengannya, sejenak bercerita tentang perjalanan kepantai itu.. merasakan angin, melihat ombak pasang surut air laut, kapal di tengah lautan biru luas, rempah-rempah kelapak perdagangnan kaki lima yang ramah dan selalu siap melayani tamu berbelanja. Malam menyambut pagi berangkat pulang.. diajak pergi mengisi bensin sekaligus jalan-jalan cari angin malam, Setengah Kota mataram kita tempuh, cada tawa di atas motor terjadi serta keharmonisan mengendalikan yang ada. mencobah untuk memegang tanggan…lalu sejenak aku menawarkan untuk makan, Pergi ketempat orang berjualan jagung tepat diTaman ADIPURA. Orang lainpun bermalam minggu membawa dan masing-masing duduk berpasang-pasangan dengan kekasih, juga sebagian ada yang tersisah jombloh yang berduduk sesama jenis.

Pulang kembali kerumah, duduk diatas motor samping kontrakan, memakan jagung sambil bercerita-cerita. sering kali temannya datang mengingatin untuk pergi istrahat Namun aku memaksa untuk tidak, sebab engkau akan pergi dan 2 bulan tidak akan bertemu kembali, hari sudah mulai bergantian teman-teman sudah pada tidur pules istrahat mengembalikan tenaga untuk berangkat pulang. Namun aku hanya berkata kau adalah titipan tuhan untuk menyemangatin aku dalam setiap langkah mencari sekerdip ilmu pengetahuan tentang dunia dan akhirat, kau adalah anugra terindah yang pernah aku temui, dalam 2 hari dan akan bertemu kembali 2 bulan nanti namun aku sudah jatuh hati dan harus sekali lagi berkata I Love YOU I Love You.. !!!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.