
// 9:00 pm — malam masih lama, pikir saya.
Saya berniat untuk memejamkan mata, walaupun sebetulnya belum mengantuk. Ada keinginan untuk mengerjakan tugas dan belajar untuk ujian besok, tapi rasanya saya belum termotivasi.
Akhirnya telinga saya selipkan earphone dan memutar ceramah beberapa ustad kondang, berharap saya bisa tertidur walaupun sebentar dan bangun dalam keadaan bersemangat untuk belajar.
// 11:30 pm — saya terbangun, karena kehausan.
Setelah minum, saya melanjutkan tidur. Tapi sebelum tidur saya berpesan kepada kawan saya yang sedang mengerjakan tugas, untuk membangunkan saya nanti tengah malam. Denga tindur setengah jam lagi, pasti nanti juga termotivasi untuk belajar, pikir saya.
//00:00 — saya dibangunkan.
Saya pun bangun, tapi hanya pindah tempat untuk melanjutkan tidur.
//05:00 am — saya bangun.
Dengan setengah sadar, saya tersadar belum menyelesaikan tugas,dan belum belajar untuk ujian.
//..
Ditengah ujian berlangsung, saya hanya bisa memandangi soal dan sesekali menoleh kanan-kiri melihat teman-teman yang sibuk mengerjakan.
Saya merenung, kemudian berpikir;
Kenapa saya tidak bisa mengerjakan?
Kenapa saya tidak belajar?
Kenapa saya tidak mempunyai motivasi untuk belajar?
Apa saya perlu menonton dan membaca yang sekiranya memotivasi?
Dan saya pun mendapat jawabannya, ya… bukan jawaban soal, tapi jawaban atas pertanyaan saya sendiri.
Ternyata saat rasa malas menguasai, kita tidak butuh motivasi untuk memulai suatu hal. Kita hanya perlu mengingat kembali komitmen awal dahulu waktu kita memilih bidang yang ingin kita kuasai.
