Manajemen Area dan Proyek

Tulisan ini dibuat setelah melakukan diskusi dengan seorang narasumber yang telah belajar tentang manajemen area dan proyek di bangku kuliah.

Sebagai seorang yang bertanggung jawab dalam suatu acara, perlu mengetahui tentang manajemen area dan manajemen proyek. Dalam tulisan ini yang akan dibahas adalah manajemen area dan proyek sebagai seorang komandan lapangan pada suatu acara kaderisasi. Komandan lapangan pada acara kaderisasi memiliki tugas yaitu membuat perencanaan, memastikan keberjalanan acara, dan menjadi komunikator politik.

Dalam membuat perencanaan, ada 3 komponen penting yaitu:

Quality merupakan sesuatu yang ingin dicapai atau output yang diharapkan dalam proyek. Cost merupakan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai quality yang diinginkan, serta time adalah waktu yang dimiliki untuk menyelesaikan proyek. Jika dijadikan konteks dalam acara kaderisasi, quality adalah profil kader seperti apa yang diharapkan setelah ikut kaderisasi, cost adalah segala sumberdaya contohnya panitia, logistik, dana, dan sebagainya sedangkan time adalah rentang waktu kaderisasi ini harus diselesaikan. Dalam membuat quality, buatlah quality yang ideal lalu pertimbangkan faktor cost dan time. Tidak mustahil quality yang sudah dibuat akan turun karena tidak didukung oleh cost dan time.

Setelah perencanaan ada tiga tahapan lain yaitu implementasi perencanaannya, dijelaskan melalui tabel dibawah

Untuk manajemen area sendiri, merupakan pembagian wilayah/ranah proyek. Jika ditarik menjadi acara kaderisasi, maka manajemen area adalah pembagian tanggung jawab antara panitia saat anggota baru masih dalam tahap kaderisasi dengan pengurus organisasi saat mereka sudah masuk. Disini output mereka sebagai seorang kader akan menjadi input dari proses selanjutnya yaitu berkegiatan di organisasi.

Like what you read? Give Andrey Abymanew a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.