Ifthar Party !

#travrelogue part 9

Sebelum momen itu pergi, kisah dan rasa itu menghilang maka sudah saatnya kembali saya torehkan pengalaman yang berkesan ini agar tetap kekal terasa dan dikenang bahagia. Tak terasa sudah tiga bulan saya berada di negeri sakura. Alhamdulillah sehat dan masih dapat dipertemukan kembali dengan bulan yang mulia bulan Ramadhan. Sudah sempat merasakan buka puasa di beberapa tempat. Dari mulai Sekolah Republik Indonesia Tokyo hingga di masjid Camii Turki. Sempat pula merasakan sahur bersama saudara-saudara dari Turki, Indonesia, Bangladesh, India dan Srilanka serta beberapa orang dari belahan bumi lainnya. Aroma khas nasi briani yang hangat semakin menambah nikmat dan indahnya sahur kala itu.


Alhamdulillah KMII Jepang mengadakan kegiatan yang semarak dengan mendatangkan beberapa pembicara yang luar biasa sehingga dapat menambah keilmuan dan keimanan. Dari mulai Ustadz Khalid Basalamah dengan sirah nabawiyahnya yang sungguh luar biasa mengaduk-aduk perasaan dan memompa semangat kemudian Ustadz Adi Hidayat yang dengan lembut dan sangat kokoh dalam hafalan Quran dan Haditsnya hingga Dr Hamid Fahmi Zarkasyi yang begitu tegas dan tertata dalam berbicara tentang membangun sebuah peradaban Islam serta terakhir dengan Kyai Cholil Nafis yang inshaf dan berusaha mengajak umat kembali melihat permasalahan yang besar dan meninggalkan hal yang remeh-temeh. Semuanya telah memberikan kesan tersendiri bagi masing-masing yang mendengarkan.

Semuanya sudah merasakan sekarang giliran kampus saya yang mengadakan buka puasa bersama. Alhamdulillah di Shonan Fujisawa Keio University buka puasa bersama disponsori oleh Professor Atsushi Okuda. Kegiatan ini dilaksanakan Jumat, 24 Juni 2016 dimulai jam 5 sore yang diisi dengan berbagai pembicara baik dari professor pengajar di Keio maupun dari mahasiswa dan warga sekitar yang biasa mengikuti solat jumat berjamaah di kampus. Acara ini dibuka untuk umum dan bebas siapa saja boleh mengikutinya. Bahkan salah seorang kawan saya yang beragama hindu asli India bersedia hadir.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh Hasan mahasiswa dari Maroko dengan suara yang sangat indah. Sahabat saya bahkan sampai menyebutkan “suaranya Qur’an banget”. Setelah itu acara dilanjutkan oleh Professor Atsushi Okuda dengan memberikan beberapa pengarahan dan mengenalkan beberapa orang yang akan mengisi tentang pengalaman berpuasa atau acara ramadhan yang ada di negaranya masing-masing.

Sesi selanjutnya diisi oleh guru saya Professor Achmad Husni Thamrin yang menjelaskan puasa di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa foto dibawah ini ada yang diambil dari facebook sahabat saya Rezza Munawwir Malik dengan seijin beliau.

Prof. Achmad Husni Thamrin yang selalu membimbing saya
Hasan sedang menjelaskan puasa ramadhan di Maroko

Sesi selanjutnya diisi oleh Prof Ahmad Mansur asli Suriah yang menjelaskan tentang keadaan di Suriah. Beliau menjelaskan juga bahwa jangan mudah percaya dengan berita-berita miring yang beredar. Beliau menekankan bahwa sekalipun dalam kondisi konflik yang berkepanjangan anak-anak Suriah tetap terus belajar di sekolah-sekolah yang ada.

Professor Ahmad Mansur

Setelah semua sesi selesai dilanjutkan menuju ke kafetaria untuk persiapan berbuka. Semua orang baik muslim dan non-muslim diundang untuk ikut bersama berbuka. Di sela-sela berbuka puasa Professor Atsushi Okuda tetap menyampaikan beberapa pelajaran.

Professor Atsushi Okuda menyampaikan materi di sela-sela berbuka puasa

Penutup saya sertakan foto sahabat saya dan Professor Atsushi Okuda :). Terima kasih semuanya.

Dari kiri ke kanan Rezza Munawwir Malik, Professor Atsushi Okuda, Aisya anaknya Pak Muriadi dan Pak Muriadi Arip
  • di rumah

Andrey Ferriyan
Yokohama, 3 Juli 2016

Like what you read? Give Andrey Ferriyan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.