Performa GNU/Linux Kali Windows Subsystem

Sebelumnya saya pernah menyampaikan diawal artikel saya di wordpress tentang bagaimana install GNU/Linux Kali Windows Subsystem. Tergolong sangat mudah dan siapapun bisa melakukannya asal terkoneksi dengan internet dan memiliki jumlah ruang hard disk yang tersisa. Untuk artikel kali ini saya coba jelaskan sedikit bagaimana sebenarnya performa dari GNU/Linux Kali atau mungkin lebih tepatnya bagaimana performa dari GNU/Linux yang terinstal sebagai Windows Subsystem. Saya ingin menyampaikan keunggulannya terlebih dahulu.


Pertama, keunggulanya adalah dari sisi proses yang ringan dan tidak memakan banyak memory di RAM fisik dari Windows. Oh ya kebetulan saya menggunakan Microsoft Windows 10 dengan RAM 16 GB. Tanpa menjalankan proses apapun GNU/Linux Windows Subsystem ini berjalan dengan memory yang kecil. Saya belum coba untuk menjalankan proses yang besar. Berikut adalah Gambar 1 sebagai contoh yang berhasil saya tangkap.

Gambar 1. Proses pada GNU/Linux Kali

Kedua, proses yang berjalan dalam GNU/Linux Kali juga sangat sedikit. Kalau ingat proses yang seperti ini saya jadi teringat dengan proses yang ada pada Docker Container. Saya nggak tahu apakah dalaman dari Windows Subsystem ini adalah container atau bukan. Berikut Gambar 2 adalah contohnya.

Gambar 2. Proses dari ps ax

Ketiga, semua environment benar-benar sangat mirip dengan GNU/Linux asli dan kita dapat explore lebih jauh. Kita bisa melakukan instalasi dengan menggunakan paket manager seperti APT jika GNU/Linux Ubuntu atau Portage jika itu adalah GNU/Linux Gentoo.

Mungkin masih banyak lagi kelebihan dari Windows Subsystem ini akan tetapi ada beberapa performa yang menurut saya kurang. Salah satu yang paling krusial adalah lambatnya dalam mendownload/update/upgrade paket dengan menggunakan APT. Gambar 3 dan Gambar 4 berikut adalah contoh bagaimana lambatnya proses yang digunakan untuk melakukan download.

Gambar 3. Proses apt update
Gambar 4. Proses apt upgrade

Bisa juga diakibatkan mirror dari repository yang bermasalah atau terjadi congestion sehingga solusi yang lain adalah dengan mencari mirror repositori lain. Mungkin ada yang mengira jangan-jangan bandwidth yang saya miliki kecil sehingga downloadnya bermasalah. Mari kita coba cek berapakah posisi bandwidth yang bisa saya gunakan untuk download dan upload sebagai berikut pada Gambar 5. Saya menggunakan aplikasi speedtest-cli yang harus anda install terlebih dahulu sebelum uji coba.

Gambar 5. Test speed dengan speedtest-cli

Okay setelah mendapatkan hasil saya pikir dengan bandwidth yang seperti ini sudah lebih dari cukup untuk sekedar update repositori atau upgrade beberapa paket. Saya sempat mengira hal ini diakibatkan oleh IPv6 yang mungkin unreachable. Akan tetapi hal ini bukan menjadi issue.

Terakhir saya mencoba mencari informasi melalui beberapa forum termasuk diantaranya adalah di Github. Saya menemukan pengguna yang mengungkapkan penyebab kelambatan akibat Microsoft Defender yang selalu melakukan pengecekan terhadap file-file yang sudah dan yang akan diakses atau didownload.

Semoga kedepan proyek seperti ini bisa berkelanjutan dan dapat lebih baik lagi. Apa yang dilakukan oleh Microsoft dengan membawakan GNU/Linux system ke dalam sistem operasinya cukup membuat saya tertarik. Proyek ini menurut saya sangat bermanfaat terutama bagi yang merasa dengan menggunakan perangkat lunak virtualisasi yang mungkin saja memiliki batasan.

Selamat mencoba…

*baru pulang dari lab -_-

Yokohama, 16–3–2018

#travelogue part 13

Andrey Ferriyan