Membedakan Ayam Yang Memiliki Taji Dan Tidak Punya Taji

Bandar Sabung Ayam— Ayam yang memiliki taji adalah hal yang paling diutamakan untuk ayam jago, tetapi ada juga ayam yang tidak memiliki taji namun pukulannya juga mengerikan.

Taji pada ayam memang selalu di cari oleh para juragan ayam aduan dan ada juga ayam aduan yang tidak memiliki taji hanya benjolan kecil yang muncul di area tajinya, namun pada taji ayam tidak semuanya mempunyai struktur yang bagus, ada yang mudah patah dan ada yang mempunyai lapisan yang kuat. untuk memperkuat taji pada ayam kita hanya memerlukan bahan rempah seperti kunyit saja untuk dioleskan ketaji ayam.

Untuk masalah taji ayam supaya menjadi kuat kita hanya memerlukan bahan rempah seperti kunyit. dihaluskan terlebih dahulu hingga mengeluarkan air kemudian dioleskan ketaji ayam setiap hari dan faktor makanan yang dapat kita berikan seperti jagung atau padi itu akan menambahkan serat-serat pada taji ayam dan juga memperpadat otot serta ayam akan lebih ringan.

Untuk ayam yang tidak memiliki taji biasanya ayam tersebut memiliki pukulan yang amat keras dan gaya bermain yang khas. panggilan dalam bahasa Aceh untuk ayam yang tidak mempunyai taji adalah ayam Lepek.

Perbedaan ayam yang bertaji dengan ayam lepek ( yang tidak bertaji )

Ayam bertaji :

  • Ayam yang jika di adu lebih banyak mengunakan feeling dan memukul lawan dengan jepitan tajinya. dan jika ayam itu benar memiliki naluri membunuh maka akan selesai dengan cepat.

Ayam lepek ( ayam tak bertaji ):

  • Ayam lepek ini hanya memiliki pukulan yang kuat dan mematikan juga, naluri membunuh ayam lepek ini juga besar karena ayam tersebut membunuh secara perlahan-lahan. biasanya ayam lepek mengincar saraf kepala, mematahkan leher dan seringnya membuat memar pada badan lawannya. Biasanya lawan ayam lepek selalu di jual ke pasar potong setelah di adu dengan ayam lepek.

Tips untuk ayam yang sedang di adu dan memiliki naluri membunuh dengan taji.

Diusahakan saat ayam diadu tidak selalu dibasahkan badannya, karena akan memperberat kondisi pada ayam saat ayam melompat untuk mengeprak lawan.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.