Ruang Bersilih Nini Thowok

Keyakinan untuk pentas, bersitegang dengan derai hujan yang enggan berhenti barang sebentar. Didik Nini Thowok (63), sang maestro tari Indonesia, dijadwalkan tampil, tepat di lingsirnya petang. Panggung akhir pekan beratap gelantung awan mendung menunggu ditingkahi Didik bersama para penari crossdresser dari penjuru negeri.

Sembari menunggu waktu pentas, tenda penari yang pencahayaannya cukup remang, jadi tempat bernaung sekaligus bersilih. Sisi maskulin para penari pria ini luruh, seiring pulas wajah dikenakan. Lengkap dengan pakaian penari yang anggun, begitu melekat pada tubuh mereka.

Terlebih sosok Didik Nini Thowok yang menjelma sosok dwimuka. Dua warna kontras, merah dan biru, membelah wajahnya secara vertikal. Senada dengan kostum yang dapat dipadang dari sisi depan dan belakang. Sebab, saat pentas, ia akan menghadirkan penampilan tari Dwimuka. Sebuah tari kreasi Didik Nini Thowok yang menghadirkan gerak improviasi pemantik suasana humor dengan topeng yang dikenakan di bagian belakang kepalanya. Koreografi tari ini mengabungkan unsur gerak putri yang lemah gemulai dan gagah. Representasi dua sifat manusia yang berbeda.

Suguhan refleksi kehidupan dalam balutan koreografi tari Didik Nini Thowok yang jenaka namun penuh makna.