Bangun pagi untuk notifikasi

Entah sudah berapa sosial media yang ada hingga sekarang ini, masalahnya mengapa selalu bisa membuat kecanduan. Meski tidak semuanya, tiap pagi selepas tidur selalu pertama yang dibuka. Ini yang harus dicari, apa yang mereka gunakan untuk memelet kita. Bumbu apa yang digunakan untuk mempengaruhi pengguna, bahkan mengubah kebiasaannya.

Tentu setiap produk mempunyai karakteristik tersendiri, Core experience-nya masing-masing. Seperti Facebook jejaring teman lama, Twitter jejaring berita, LinkedIn jejaring kerja, atau Instagram jejaring foto, tapi semuanya mempunyai prinsip dasar experience yang sama, bekerja memberi candu penggunanya. Semuanya membuat pola.

Terbuka untuk saling menutupi, menutup dalam keterbukaan. Selalu ada anak tangga untuk memperluas jaringan. Semakin luas jejaring makin erat pula interaksi. Setelah makin banyak interaksi maka muncullah adu eksistensi, aku ada di antara mereka. Dan bangun pagi pun untuk notifikasi. Adiksi.

Memang berlebihan untuk dibilang rumus, semacam pola mungkin lebih tepat. Hampir semua jejaring sosial media menggunakannya. Apa saja bagiannya?

1. TREND, Content is the king. Tahu informasi yang paling banyak dibincangkan membentuk minat untuk ikut terlibat. Tak hanya tahu, pemuatan trend/konten populer selalu memunculkan niat untuk turut berpartisipasi. Perasaan up to date, tahu yang populer plus ikut berinteraksi mampu menjawab persoalan eksistensi. Content engagement, merasa terhubung dengan jaringannya karena mengetahui konten yang sama.

Twitter memberi ruang di Trending Topic, Facebook membuat sebuah algoritma yang paling banyak ditanggapi untuk selalu muncul di timeline. Bahkan kabar terakhir Facebook menguji coba membuat suggestion trending topics dalam setiap pembuatan status. Yang terbaru Instagram menambah fitur semacam popular foto di pembaharuannya. Mengetahui yang terkini, paling baru, salah satu sifat dasar manusia untuk mengaktualisasi diri.

2. WHO TO FOLLOW, growing circles. Bisa dibilang ini yang utama, selalu membuka ruang untuk memperluas jaringan. Setiap jejaring selalu menawarkan koneksi dengan orang baru, membuka hubungan transfer informasi dengan macam algoritmanya. Jumlah interaksi sebanding dengan jumlah koneksi, semakin banyak pengguna yang terkoneksi maka makin banyak pula interaksi di dalamnya. Pun komunikasi makin meningkat intensitasnya.

Facebook menampilkan friends to follow, Twitter dan Instagram selalu menampilkan who to follow di setiap koneksi baru yang dibuat. Bahkan, untuk versi iOS Twitter memberi porsi lebih untuk merangsang pengguna menemukan sesiapa saja yang patut diikuti. Linkedin koneksi jejaring baru di linimasanya. Pengguna merupakan roda bagi sosial media, maka selalu memberi tawaran koneksi baru untuk membuka komunikasi seperti oli untuk memperlancar perputaran roda.

3. ACTIVITY, emotional connection. Mengetahui apa yang dipikirkan, siapa teman barunya, sedang dimana, akan memberi ikatan emosional antar pengguna yang memancing untuk membuka interaksi. Dari interaksi baru muncul pula koneksi baru. Sistem activity mampu memancing tumbuhnya interaksi yang lebih generik, berdasar aktivitas sebenarnya.

Facebook mempunyai fitur activity untuk menampilkan aktivitas dari teman, selain activity yang berperan sebagai notification, Instagram memberi tahu pula aktivitas jejaringnya. Foto mana yang teman suka, siapa yang dia ikuti memberi ketertarikan emosional untuk tahu lebih darinya. Twitter yang tumbuh begitu pesat menampilkan activity yang lebih mendetail. Selain urusan follow-memfollow Twitter memberitahukan urusan pem-favorit-an. Ranah yang sedikit personal pun dilaporkan untuk menumbuhkan jaringan. Bahkan, Path jejaring semi privat pun tetap menampilkan aktifitas untuk menciptakan growing network. Meski hanya berupa aktifitas berteman dengan siapa, aktifitas ini mampu menumbuhkan minat untuk menambah jaringan memperluas koneksi pertemanan.

Meski tak ada rumus pasti, ketiganya seperti bumbu utama untuk memasak apapun dalam tema sosial media. Pola-pola tadi diterjemahkan ke bahasa visual lewat masing-masing tampilan untuk mempertajam guna.

Saling menutup untuk membuka ruang baru, tetap tertutup dalam keterbukaan, hingga tak sadar mempengaruhi kita untuk selalu membukanya selepas bangun tidur. HOOKED!