Chained Media, Related Content, for Extraordinary Experience

Who’s the King? Content is the King.
Raja sesungguhnya dari segala media, apapun itu. Tanpa meremehkan wujud atau rupa, konten merupakan value sesungguhnya dari media. Kulit yang bagus akan sia-sia jika membungkus isi yang buruk, isi yang istimewa jika dibungkus tak berestetika jadi percuma. Yang paling bagus, konten yang penuh arti dipadu penyajian yang mumpuni.

Konten yang bernutrisi membuat penikmatnya makin berisi. Seperti jejaring nutrisi, keduanya; pembuat konten dan penikmat konten, saling bertukar manfaat dari interaksi. Tentu dengan sudut pandang yang tidak sama. Penikmat betah berlama-lama, mengambil manfaat yang diberikan penyaji. Memilah sari dari sajian yang dihidangkan, mencerna konten menerima pesan. Pun pembuat konten mendapat sebuah interaksi, value berbeda dari sudutnya.

Lantas apa level selanjutnya?

Jika sudah berisi konten yang mumpuni, masih ada peluang untuk meningkatkan interaksi, menyamankan pengalaman. Memperbagus experience dengan mengolah bahan berupa rangkaian konten, chained media related content.

Context is the Prime Minister.

Merangkai konteks seperti membangun jembatan, membuat jalan, menghubungkan tujuan. Dalam ranah media, konteks berupa rangkaian konten yang memiliki kesamaan kriteria berita. Satu konten berelasi dengan konten sejenis berdasar titik algoritma yang sama. Sehingga penikmat (user) selalu ditawarkan konten lain yang serupa ataupun berkaitan dari sebuah konten sebelumnya. Penikmat (user) akan lebih kaya, makin berisi karena rangkaian informasi konten. Jika belum bertemu dengan yang diinginkan, ditawarkan yang lain siapa tahu jadi penemuan. Jika gelasnya belum penuh, dituangkan air untuk memenuhi kosong sampai kosongnya hilang dipenuhi isi.

Yang menarik atau dicari belum tentu langsung ketemu, di sini peran konteks yang merangkai relasi konten untuk memenuhi kebutuhan user. Toh jika user sudah menemukan yang dicari, relasi konten memberikan informasi tambahan sesuai ketertarikan user. Akhirnya, jika user terus menemukan konten yang bagus, ditawarkan sesuatu yang baru, akan berlama-lama berselancar karena merasa nyaman. Poin krusial dari segi user experience; membuat user nyaman dan berujung eratnya engagement.

Prinsip ini acapkali digunakan kanal berita online, dalam laman webnya penyedia berita selalu menampilkan konten yang berelasi dalam laman yang diakses user. Bertujuan memberi informasi yang beragam namun tetap dalam satu koridor.

Sebagai contoh Medium, menampilkan artikel beragam selain yang dibaca User namun tetap dalam satu tema.

chained content on Medium

Portal berita online Kompas, menampilkan relasi konten dalam artikel dengan kata kunci “TKW” yang User baca. Tawaran konten yang beragam meningkatkan engagement dengan Usernya.

chained content on Kompas

Tak hanya oleh portal berita, baru-baru ini mulai diterapkan aplikasi sosial media. Sebagai media ekspresi, sosial media mampu memuat konten yang lebih beragam. Rangkaian post dari User dalam satu tema membentuk jaringan konten yang luas. Akhirnya menjadi stimulan untuk User berlama-lama dalam aplikasi.

Linimasa Facebook akhir-akhir ini dipenuhi video, data dari facebook menyebutkan populasi dan perilaku User terhadap video meningkat sebesar 50% semenjak pertengahan 2014. Selain sebagai strategi Facebook Design untuk menaikkan fitur video, tak bisa dipungkiri kebiasaan user yang menyukai konten berupa video. Satu hal yang dilakukan Facebook untuk merangsang interaksi dengan video adalah memberikan relasi video dari apa yang User lihat.

related content video on Facebook

Baru beberapa hari yang lalu @Twitter mengumumkan fitur barunya, Moments. Kumpulan twit dalam satu tema khusus dari penggunanya di seluruh dunia. Tanpa harus mengikuti akun-akun didalamnya, User bisa mengupdate topik yang dipilih dengan momen. Pun bisa mengikuti momen yang dipilih, update tersaji kapan waktu User membuka kembali.

Ya, chained konten.

@instagram dan @Vine memuat related konten dari User lain yang difollow. Kekayaan konten membuat User makin betah berekplorasi dalam layanan yang disajikan. Mencari hal baru, menemukan kepingan yang terserak, menyimpan dalam good experience.

related photos based your following on Instagram

Memang, tak semua orang menggunakan social media untuk berbagi informasi. Sekedar ekspresi sah-sah saja, tapi lebih banyak yang saling berbagi, berdaya dan mencipta sesuatu yang berarti. Berbagi pengetahuan, sharing kegembiraan, mengabarkan berita terkini untuk saudara di seberang layar. Semuanya dalam satu kanal. Linimasa — Newsfeed menjadi kanal kabar teraktual.

The goal of News Feed is to deliver the right stories to the right people at the right time so they don’t miss anything important and relevant to them. By Brett Welch, Product Manager, and Xiaochen Zhang, Software Engineer

Makin kaya konten makin kaya interaksi, makin kaya interaksi membuat aplikasi membumi, menjadi rumah, ditinggali.

I’m Newsfeed, I’m Home.