Content marketing dengan story telling ( belajar dari Erix Soekamti)

Beberapa bulan ini saya rajin melihat kanal Youtube dari Endank Soekamti, band poppunk dari Yogyakarta. Terus terang saya bukan penggemar fanatik, cuma tahu beberapa lagunya. Terutama lagu-lagu album lamanya, “Bau Mulut” dkk. Entah mengapa jadi mengikuti, padahal tidak terlalu menggemari bandnya. Oh! Saya terbawa ceritanya!

Awalnya ngintip #Soekamti7thAlbum, video seri proses penciptaan album Endank Soekamti di sebuah pulau di Lombok. Seru, diceritakan keseharian prosesnya. Mulai mencari lirik, games, baca komentar, serta masak bareng Dek ChaCha. Saya selaku penonton seakan ikut terlibat prosesnya, padahal siapa saya. Fans karbitan.

Selanjutnya #DOES, Diary Of Erix Soekamti, sampai tulisan ini dibuat sudah sampai episode ke 20. Cerita keseharian mas Erix, bersama bandnya pun sebagai individu personal. Saya jadi sering mengikuti tiap serinya, ke kantor pagi hari (siang deng :p ) jadi buka kanalnya, nonton episode terbaru. Kenapa ini? Oh! Saya terbawa ceritanya!

Cerita. Cerita menjadi candu yang mengikat, bersifat adiktif, melibatkan pemirsanya. Padahal sebelumnya saya belum terlalu kenal Endank Soekamti. Storytellingnya yang apik mampu memaksa saya mengikuti ceritanya. Berhasil!

Storytelling menjadi brand activation yang mumpuni, tidak perlu rumit-rumit. Hal sederhana yang diceritakan dengan unikpun jadi sangat menarik.

Era baru promosi, storytelling mampu menghadirkan emotional engagement. Penonton jadi seolah-olah ikut hadir didalamnya, ikut serta terlibat rangkaian kerja yang dilakukan. Eranya content marketing, audiens dilibatkan dengan konten yang disampaikan, rangkaian cerita mampu membentuk koneksi emosi. Pun marketing tak melulu vulgar, sharing konten berupa sesuatu yang sederhana misalnya (bagi kita mungkin) siapa tahu sangat berguna bagi orang lain. Dengan konten yang bernilai, audiens dapat mengambil manfaat dari yang disebarkan.

Aliran nilai/ value ini yang abadi. Membentuk ikatan emosional dari pemberi dan penerim, pun dapat disampaikan lagi ke pihak lain. Seperti hukum kekekalan energi, tidak ada yang sia-sia. Semuanya terus mengalir, hanya berubah bentuk. Esensinya sama.

Terus berbagi, terus berguna. Coba hal baru, yang baru-baru dicoba. SIAPA TAHU PENEMUAN?

Nuwun Mas Erix.