Wind

kamu.. melepaskan tanganku. kamu pikir aku akan selalu ada meski kamu melepaskan tanganku sejenak, tapi aku enggan melakukan itu lagi. aku kira itu akan berlalu bagaikan angin. tapi angin tetaplah angin. ini tentang ya atau tidak. bukan tentang sebesar apa masalahnya.
aku memang bodoh.
selama kita berpacaran, aku tidak pernah meminta kita putus saat marah.
kuperlakukan dirimu sebaik mungkin, jadi.. aku tidak punya penyesalan. kamu akan menyesalinya.