Analogi 2

Aku berdoa agar Tuhan menurunkan hujan yang deras di hari ini.

¿Te gusta la lluvia?” tanyanya

No, a mi no me gusta.” jawabku.

Sudah hampir dua bulan ini aku belajar bahasa Spanyol (lagi) dan hal ini cukup mengalihkan perhatianku dari semua kejenuhan yang ada.

¿Por que?” katanya lagi

Aku tersenyum.

Sebenarnya aku suka hujan, tapi aku tidak suka yang berlebihan, kemarin karena hujan sinyal kereta gangguan parah dan aku baru bisa pulang jam 2 pagi. Semua orang suka hujan, suka melankolis, dan aku suka kesejukan. Aku suka, sangat suka.

Porque tengo que trabajar” kataku.

Bohong. Itu jawaban bohong.

Aku ingat lagi, katanya, tidak apa-apa kamu berbohong, kamu tidak perlu mengatakan hal yang jujur, yang penting tata bahasamu benar.

Kamu tidak perlu jujur, yang penting sesuai kaidah.

Kata-kata itu melayang, berputar-putar di kepalaku. Yah, kita semua memang harus memahami konteks. Jangan bodoh.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.